Kronologi Pesawat Cassa TNI AL Tergelincir di Bandara Sultan Hasanuddin

Insiden penerbangan kembali terjadi di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Sebuah pesawat jenis Cassa milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) dilaporkan tergelincir saat melakukan proses pendaratan di landasan pacu bandara tersebut.

Meskipun sempat menimbulkan kepanikan, pihak otoritas bandara memastikan bahwa tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Seluruh kru dan penumpang pesawat berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat dan langsung mendapatkan penanganan medis untuk memastikan kondisi fisik mereka pasca-insiden.

Read More

Menurut keterangan dari PGS Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Hasanuddin, Taufan Yudhistira, insiden ini bermula saat petugas Air Traffic Control (ATC) mendeteksi adanya kejanggalan pada proses pendaratan armada militer tersebut. Pesawat Cassa itu dilaporkan tergelincir hingga keluar dari jalur landasan pacu utama, tepatnya di Runway 03-21.

Sesaat setelah menerima laporan dari menara pengawas, petugas bandara langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi dan pengamanan area. Berkat koordinasi yang solid, penanganan di lapangan dapat diselesaikan dengan cepat dan aman.

Menariknya, peristiwa ini terjadi hanya berselang satu hari setelah insiden serupa yang melibatkan pesawat tempur Sukhoi SU-30 MK2. Kendati demikian, Taufan menegaskan bahwa kedua peristiwa tersebut terjadi di landasan pacu yang berbeda. Bandara Sultan Hasanuddin memiliki dua jalur utama, yakni Runway 13-31 yang menjadi lokasi insiden Sukhoi, dan Runway 03-21 tempat tergelincirnya pesawat Cassa TNI AL.

Meskipun ada proses evakuasi pesawat militer di area landasan pacu, manajemen PT Angkasa Pura Indonesia memastikan bahwa aktivitas penerbangan sipil di Bandara Sultan Hasanuddin sama sekali tidak terganggu. Penerbangan domestik maupun internasional tetap berjalan kondusif sesuai jadwal tanpa penundaan.

Hingga saat ini, pihak Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) IV Makassar masih belum memberikan pernyataan resmi terkait penyebab pasti insiden tersebut. Penyelidikan internal diperkirakan akan segera dilakukan guna mengevaluasi faktor teknis maupun cuaca saat pendaratan berlangsung.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *