Alasan Taktis Prabowo Subianto Sengaja Tunda Kunjungan ke Lokasi Gempa NTT

Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya melakukan kunjungan kerja ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pascabencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores. Kedatangan Kepala Negara pada H+11 pascabencana tersebut sempat memicu pertanyaan publik mengenai alasan di balik jeda waktu yang cukup lama. Namun, Prabowo menegaskan bahwa langkah ini diambil secara sengaja demi menjaga efektivitas penanganan darurat di lapangan.

Dalam rapat koordinasi penanganan dampak gempa yang berlangsung di Kabupaten Nagekeo pada Rabu (26/8), Presiden Prabowo menjelaskan bahwa kehadiran pejabat tinggi negara di awal masa tanggap darurat sering kali justru memecah konsentrasi pemerintah daerah (Pemda). Menurutnya, kedatangan pejabat pusat kerap menuntut sambutan seremonial dan pengawalan ketat, yang berpotensi mengalihkan fokus utama aparat daerah dalam menyelamatkan warga serta menyalurkan bantuan logistik.

Read More

“Memang sengaja di awal-awal saya tidak mau datang. Saya ingin memberikan keleluasaan penuh bagi seluruh instansi di daerah untuk langsung melayani rakyat tanpa terbebani protokoler kepresidenan,” ujar Prabowo secara terbuka.

Ia menambahkan bahwa kunjungan kepresidenan tanpa kesiapan logistik yang matang dinilai kurang efektif dan hanya akan menjadi beban tambahan bagi wilayah yang sedang berduka. Menurut Prabowo, datang ke lokasi bencana hanya untuk melihat-lihat tanpa membawa solusi nyata serta bantuan yang konkret tidak akan menyelesaikan masalah mendasar yang dihadapi para korban.

Meskipun baru hadir secara fisik belasan hari setelah peristiwa gempa Flores, Prabowo memastikan bahwa pemerintah pusat terus memantau situasi secara intensif sejak hari pertama. Berbagai bantuan darurat, tim medis, dan upaya evakuasi telah dikerahkan secara bertahap berdasarkan instruksi langsung dari Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh jajaran relawan, TNI, Polri, dan jajaran Pemda NTT yang telah bekerja keras memulihkan kondisi pascagempa. Langkah taktis ini mencerminkan komitmen kepemimpinan yang lebih mengutamakan substansi kerja nyata dibandingkan sekadar seremonial belaka.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *