Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat tengah melanda Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Berdasarkan data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kobaran api telah melalap sekitar 396,13 hektare lahan hijau di wilayah tersebut. Peristiwa yang berlangsung sejak pertengahan Juli hingga akhir Agustus ini kian mengkhawatirkan karena sebaran titik api yang terus meluas ke berbagai arah.
Cuaca panas ekstrem yang melanda kawasan tersebut, ditambah embusan angin kencang, disinyalir menjadi pemicu utama cepatnya penyebaran api. Kondisi ini diperparah oleh banyaknya hamparan semak belukar serta ilalang kering yang mudah terbakar. Keberadaan material kering ini bertindak bagaikan bahan bakar alami yang membuat api dengan cepat meloncat dari satu area ke area lainnya.
BNPB mengonfirmasi bahwa amukan si jago merah telah berdampak langsung pada tujuh distrik di Nabire. Wilayah-wilayah terdampak tersebut meliputi Distrik Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, dan Yaur. Selain merusak ekosistem hutan, bencana ekologis ini juga mulai mengancam keselamatan warga setempat. Setidaknya, terdapat empat kepala keluarga yang terdampak langsung dan kini dalam penanganan serta pendampingan intensif dari BPBD Nabire.
Hingga saat ini, upaya pemadaman darat menghadapi kendala yang sangat besar. Banyak titik api yang berada di medan terjal dan kawasan terisolasi, sehingga tidak dapat dijangkau oleh armada pemadam kebakaran konvensional. Akibatnya, bara api masih terus menyala dan berpotensi meluas jika tidak segera ditangani dari udara.
Melihat situasi kritis ini, Pemerintah Kabupaten Nabire mendesak pemerintah pusat untuk segera menyalurkan bantuan taktis. Kebutuhan yang paling mendesak saat ini adalah pengerahan helikopter pengebom air (water bombing) serta tambahan unit pemadam darat berkemampuan khusus. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi mempercepat penjinakan api di medan-medan sulit tersebut.








