Warga Manggarai NTT Trauma Ribuan Gempa Susulan, Kebutuhan Tenda Darurat Mendesak

Manggarai, NTT — Pasca-guncangan gempa bumi hebat berkekuatan Magnitudo 7,7 yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), ribuan warga di Kabupaten Manggarai kini dirundung kecemasan mendalam. Akibat trauma psikologis dan ancaman gempa susulan yang terus berulang, masyarakat setempat sangat membutuhkan bantuan tenda darurat sebagai tempat beralih sementara.

Hingga kini, rumah tinggal tidak lagi dirasa aman oleh sebagian besar warga. Ketakutan ini kian beralasan mengingat gempa susulan dengan kekuatan yang cukup signifikan, termasuk yang bermagnitudo 6,0, masih mengguncang wilayah tersebut. Kondisi ini memaksa warga untuk memilih bertahan di luar ruangan atau memanfaatkan lahan kosong di sekitar pemukiman mereka untuk bermalam.

Read More

Anggota DPRD Kabupaten Manggarai, Lexy Armanjaya, mengungkapkan bahwa meskipun bantuan berupa bahan makanan instan mulai tersalurkan, pasokan tenda darurat masih sangat minim. Menurutnya, tenda menjadi prioritas utama yang sangat mendesak saat ini, apalagi stok tenda di pasaran, khususnya di wilayah Ruteng, dilaporkan telah habis terjual.

“Rumah bukan lagi menjadi tempat yang dirasa aman oleh warga saat ini. Oleh karena itu, yang paling mendesak adalah penyediaan tenda darurat dalam jumlah masif agar mereka bisa terlindungi dari cuaca panas maupun hujan,” ujar Lexy.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa aktivitas seismik pasca-gempa utama di wilayah Flores, NTT memang masih sangat tinggi. Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, memaparkan bahwa hingga pekan ini telah tercatat sebanyak 3.422 aktivitas gempa susulan (aftershock) dengan kekuatan terbesar mencapai M 6,2. Pihak BMKG pun memprediksi bahwa gempa susulan ini masih berpotensi terjadi hingga 30 hari ke depan.

Meski pemerintah pusat dilaporkan telah mengirimkan sekitar 253 ton bantuan logistik terhitung hingga tengah pekan ini, penyaluran tenda pelindung yang merata di lapangan sangat dinanti oleh warga terdampak demi menjamin keselamatan dan kesehatan mereka di tenda-tenda darurat mandiri.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *