Baghdad – Di tengah dinamika geopolitik Timur Tengah yang terus bergejolak, hubungan bilateral antara Iran dan Irak tampaknya kian menunjukkan arah yang semakin erat dan strategis. Langkah konkret ini terlihat jelas saat Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, tiba di ibu kota Irak, Baghdad. Kehadiran delegasi tingkat tinggi ini membawa misi krusial untuk membahas isu-isu regional yang mendesak serta memperkokoh kemitraan kedua negara tetangga.
Setibanya di Bandara Internasional Baghdad, Qalibaf disambut langsung oleh Wakil Ketua Parlemen Pertama Irak, Adnan Fayhan. Kunjungan resmi yang diinisiasi atas undangan parlemen Irak ini menjadi momentum penting untuk membahas perluasan kerja sama komprehensif. Fokus utama dari dialog ini mencakup sektor ekonomi, politik, budaya, sosial, hingga kolaborasi intensif di bidang keamanan regional.
Sebelum bertolak dari Teheran, Qalibaf menegaskan bahwa hubungan antara Iran dan Irak memiliki posisi yang sangat vital dan fundamental bagi stabilitas serta perdamaian di kawasan. Ia juga memproyeksikan bahwa wilayah Timur Tengah akan segera menyaksikan terbentuknya “tatanan baru” di masa mendatang, di mana kemandirian regional menjadi kunci utamanya. Selama di Irak, Qalibaf dijadwalkan melakukan serangkaian pertemuan dengan para pemimpin tertinggi negara, termasuk Presiden Irak, serta tokoh-tokoh penting di bidang ekonomi dan budaya.
Melalui pesan mendalam di platform media sosial X, Qalibaf menggambarkan hubungan kedua negara ini melampaui batas diplomasi biasa. Hubungan bertetangga yang terjalin erat ini dibangun di atas fondasi persaudaraan yang kokoh, ketahanan bersama terhadap intervensi asing, serta keyakinan akan takdir bersama yang tidak terpisahkan oleh sejarah.
Selain agenda diplomatik formal di Baghdad, Qalibaf juga dijadwalkan melakukan perjalanan ke kota suci Karbala. Kunjungan ini bertujuan untuk menghadiri upacara peringatan 40 hari wafatnya seorang tokoh pemimpin Iran, di mana ia hadir sebagai perwakilan resmi dari Pemimpin Tertinggi Iran. Langkah ini sekaligus menegaskan kedekatan spiritual dan kultural yang sangat kuat di antara kedua bangsa tersebut.








