Mendobrak Jerat Kemiskinan: Kemensos dan INABA Sinergi Wujudkan Masa Depan Gemilang Melalui Sekolah Rakyat

Dalam langkah strategis untuk memberantas kemiskinan dan membangun fondasi masa depan, Kementerian Sosial (Kemensos) RI memperkuat kolaborasinya dengan Universitas Indonesia Membangun (INABA) melalui program inovatif ‘Sekolah Rakyat’. Kerja sama ini adalah pengejawantahan nyata dari mandat Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan SDM unggul yang mampu mandiri dan mengentaskan diri serta keluarga dari belenggu kemiskinan.

Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Ruang Rapat Utama Kemensos, Jakarta, Selasa (11/8) menjadi penanda resmi sinergi yang telah lama terjalin. Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, menegaskan kemitraan ini kelanjutan upaya konkret. Sebelum MoU diteken, INABA telah aktif berkontribusi di 16 titik Sekolah Rakyat, menunjukkan komitmen dan hasil nyata yang mendasari perluasan kerja sama.

Read More

Sekolah Rakyat hadir sebagai mercusuar harapan, tidak hanya berfokus pada materi akademis. Menurut Wamen Agus Jabo, esensi program ini jauh melampaui itu; ia dirancang membentuk individu berilmu, berkarakter kuat, dan terampil. “Anak-anak ini biar bekerja dulu, supaya apa? Supaya bisa menggraduasi dirinya, menggraduasi orang tuanya,” kutip Agus Jabo, menggarisbawahi visi besar melahirkan generasi mandiri. Transformasi pola pikir (mindset) dan karakter menjadi pilar utama, mengingat latar belakang siswa yang kerap menghadapi keterbatasan.

Aspek keterampilan juga menjadi fokus vital. Siswa Sekolah Rakyat dibekali berbagai keahlian praktis dan soft skill relevan dengan dunia kerja. Mulai dari penguatan Bahasa Indonesia, pelatihan coding dan Artificial Intelligence (AI), hingga pengembangan kemampuan interpersonal dan kepercayaan diri. Sekretaris Jenderal Kemensos, Robben Rico, mengungkapkan kolaborasi enam bulan ini di beberapa program studi INABA (manajemen, komunikasi, informatika) telah menunjukkan hasil konkret.

Dampak Sekolah Rakyat tidak hanya terbatas pada siswa, tetapi juga merambat ke lingkungan keluarga. Orang tua yang sebelumnya kehilangan harapan akan pendidikan anaknya, kini menyaksikan perubahan drastis. Kedisiplinan, kemampuan berpidato, hingga penguasaan bahasa asing seperti Bahasa Inggris dalam kurun waktu singkat menjadi bukti nyata transformasi. “Ini membangun harapan,” tutur Agus Jabo, melihat bagaimana semangat hidup keluarga kembali bangkit melalui pendidikan inklusif ini.

INABA, melalui Wakil Rektor Bidang Akademik Erna Herlinawati dan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Ayu Larasati, menyambut baik perluasan kerja sama. Mereka menegaskan kegiatan selaras Tridharma Perguruan Tinggi, menghasilkan luaran berupa modul pembelajaran, buku, dan publikasi. Ke depan, INABA berkomitmen mengembangkan penelitian, penyusunan buku, dan publikasi bersama Kemensos, serta fokus peningkatan soft skill dan interpersonal skill bagi siswa dan guru di Sekolah Rakyat.

Keberlanjutan program pasca-lulus menjadi perhatian krusial. Agus Jabo menekankan pentingnya akses bagi siswa Sekolah Rakyat untuk melanjutkan pendidikan tinggi atau langsung terjun ke dunia kerja. Harapan besar dititipkan kepada INABA menyediakan jalur beasiswa, memastikan upaya pengentasan kemiskinan melalui pendidikan tidak berhenti di bangku SMA. “Pengentasan kemiskinan membutuhkan kerja bersama karena pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kita harus berkolaborasi, kita harus bergotong royong,” pungkas Agus Jabo, mengukuhkan semangat kebersamaan dalam membangun Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *