Kalimantan-Sulawesi: Episentrum Baru Penopang Ketahanan Energi Nasional Hingga Tahun 2026

Surabaya, KotaKita – Di tengah dinamika pasokan energi global dan tren penurunan produksi migas di tingkat nasional, kawasan Kalimantan dan Sulawesi (Kalsul) muncul sebagai jangkar vital yang menopang ketahanan energi Indonesia. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) secara tegas menggarisbawahi peran strategis dua pulau ini sebagai produsen minyak dan gas bumi andalan bangsa, dengan menargetkan serangkaian eksplorasi sumur baru hingga tahun 2026.

Pernyataan ini disampaikan oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri, dalam sebuah forum media di Surabaya, Senin. Haryanto menjelaskan bahwa stabilitas produksi di Kalsul menjadi angin segar di tengah tantangan yang dihadapi industri hulu migas nasional. “Keberlanjutan industri hulu migas ada di dua pulau ini sebagai produsen minyak dan gas andalan bangsa Indonesia,” ujarnya, menekankan komitmen terhadap masa depan sektor energi.

Read More

Data terbaru hingga 30 September 2026 menunjukkan performa yang menggembirakan dari wilayah Kalsul. Dari target produksi minyak nasional sebesar 610 ribu barel, realisasi telah mencapai 578.607 barel atau 95 persen. Menariknya, kontribusi dari Kalimantan dan Sulawesi jauh melampaui ekspektasi. Dengan target awal 62.500 barel, wilayah ini berhasil memproduksi 77.003 barel, mencapai 123 persen dari target yang ditetapkan. Capaian impresif ini menjadikan Kalsul penyumbang sekitar 13,03 persen dari total produksi minyak nasional.

“Angka ini terus bergerak karena masih ada sisa waktu tiga bulan hingga tutup tahun,” tambah Haryanto, mengindikasikan potensi peningkatan lebih lanjut. Sementara itu, di sektor gas bumi, target nasional sebesar 5.508 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) telah terealisasi 5.193 MMSCFD atau 94 persen. Meskipun angka spesifik Kalsul tidak disebutkan secara terpisah untuk gas, tren positif di sektor minyak mengindikasikan peran signifikan wilayah ini dalam menjaga stabilitas pasokan gas nasional juga.

Fokus SKK Migas di Kalsul tidak hanya terbatas pada mempertahankan level produksi eksisting, namun juga mengarah pada ekspansi yang lebih ambisius. Rencana eksplorasi yang ekstensif mencakup wilayah laut dalam Kutai hingga cekungan Bone, menandai upaya berkelanjutan untuk menemukan cadangan migas baru dan memastikan keberlanjutan pasokan jangka panjang. Investasi dalam teknologi pengeboran mutakhir dan pendekatan eksplorasi yang inovatif menjadi kunci untuk membuka potensi hidrokarbon yang belum termanfaatkan di wilayah ini.

Peran Kalimantan dan Sulawesi sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional diharapkan dapat terus berkembang. Dengan strategi yang terarah, dukungan teknologi, dan komitmen kuat dari SKK Migas serta Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), wilayah ini tidak hanya akan memenuhi target produksi, tetapi juga menjadi model keberlanjutan industri hulu migas di Indonesia, memastikan kemandirian energi dan pertumbuhan ekonomi yang stabil.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *