Pemerataan akses pendidikan berkualitas hingga ke pelosok negeri menjadi pilar fundamental dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul yang berdaya saing global. Komitmen ini secara konkret ditunjukkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia, yang tak henti mengarahkan perhatian seriusnya pada peningkatan SDM di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Sebuah langkah strategis yang bukan sekadar simbolis, melainkan representasi nyata kepedulian negara terhadap pemerataan dan kemajuan.
Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, menegaskan urgensi fokus ini saat kunjungannya ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Kehadiran beliau dalam acara wisuda ke-XVIII Universitas Amal Ilmiah (Unaim) Wamena bukanlah tanpa alasan. Ini adalah cerminan langsung dari visi Mendiktisaintek, Brian Yuliarto, yang menempatkan pemerataan pendidikan tinggi sebagai prioritas utama, melampaui hiruk-pikuk kampus-kampus besar di perkotaan.
“Kepedulian Mendiktisaintek Brian Yuliarto terhadap sektor pendidikan tinggi di pelosok Nusantara sangat besar,” ujar Ahmad Najib. Ia menjelaskan bahwa Menteri Brian secara konsisten mendorong jajaran direksi untuk tidak ragu menjangkau wilayah-wilayah yang secara geografis menantang. Inisiatif ini bermula sejak awal masa jabatannya, di mana Menteri Brian memilih untuk mengunjungi universitas-universitas di daerah terpencil seperti Atambua, Nusa Tenggara Timur, dan sejumlah lokasi di Kalimantan Utara, sebelum menyentuh kampus-kampus elit di Pulau Jawa. Pendekatan ini secara gamblang menunjukkan prioritas pada pemetaan kualitas dan kelayakan institusi pendidikan di daerah 3T.
Kehadiran Kemdiktisaintek di Wamena, khususnya pada momen sakral wisuda, adalah pesan kuat tentang dukungan penuh negara terhadap pengembangan perguruan tinggi lokal. Ini bukan hanya tentang merayakan kelulusan, melainkan juga tentang memastikan bahwa institusi pendidikan di daerah 3T mendapatkan perhatian dan sumber daya yang memadai untuk mencetak generasi penerus yang kompeten. Program-program percepatan pendidikan serta peningkatan SDM menjadi fokus utama agar lulusan dari daerah tersebut mampu menjadi agen perubahan yang efektif, siap menghadapi tantangan global dengan perspektif lokal yang kuat.
Para wisudawan dari Unaim Wamena diharapkan tidak hanya membawa gelar, melainkan juga semangat untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan daerahnya. Mereka adalah duta-duta perubahan yang akan mendukung program dan kebijakan pemerintah daerah, sekaligus menjadi motor penggerak kemajuan komunitas. Investasi pada pendidikan tinggi di daerah 3T adalah investasi jangka panjang untuk kemandirian, kemajuan, dan ketahanan nasional. Dengan demikian, upaya Kemdiktisaintek bukan hanya sekadar kunjungan, melainkan fondasi kokoh bagi lahirnya SDM unggul dari seluruh penjuru Indonesia, tanpa terkecuali, demi Indonesia yang lebih maju dan merata.








