Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak hanya bersolek sebagai magnet pariwisata dan arena balap kelas dunia. Lebih dari itu, momentum penyelenggaraan ajang internasional seperti Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 turut dijadikan katalisator untuk menggerakkan roda perekonomian lokal, terutama melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Dalam gelaran Lombok Sumbawa Festival yang menjadi bagian tak terpisahkan dari persiapan menuju ajang balap akbar tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengambil peran sentral. Melalui dukungan strategis berupa penyediaan produk Bright Gas secara gratis, Pertamina menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi penyedia energi, namun juga pilar penopang ekosistem ekonomi daerah. Iwan Yudha Wibawa, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, menyoroti bahwa inisiatif ini merupakan perwujudan nyata dari keterlibatan aktif perusahaan dalam mendukung pelaku usaha lokal agar dapat tumbuh dan bersaing.
Dukungan ini bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan investasi jangka panjang dalam kapasitas dan daya saing UMKM di NTB. Pelaku UMKM yang kerap terkendala modal dan akses, kini mendapatkan fasilitas vital yang dapat menekan biaya operasional mereka. Dengan demikian, mereka bisa lebih fokus pada peningkatan kualitas produk dan perluasan jangkauan pasar. Ini sejalan dengan visi besar untuk menciptakan efek berganda dari event berskala global, di mana UMKM lokal menjadi penerima manfaat langsung.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB, Ahmad Nur Aulia, menyambut baik dan mengapresiasi dukungan Pertamina. Baginya, Lombok Sumbawa Festival adalah panggung emas bagi NTB untuk memamerkan kekayaan budaya dan potensi ekonomi kreatifnya kepada khalayak luas, baik domestik maupun internasional. Festival ini bukan hanya ajang promosi, tetapi juga wadah interaksi ekonomi yang diharapkan mampu menghasilkan dampak signifikan terhadap sektor ekonomi, sosial-budaya, dan lingkungan sekitar Mandalika.
Lebih lanjut, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa keberadaan Pertamina Grand Prix of Indonesia melampaui sekadar balapan. Ini adalah kesempatan untuk menciptakan nilai tambah bagi daerah. Dengan mendukung UMKM melalui program Bright Gas, Pertamina berupaya agar produk-produk unggulan NTB semakin dikenal luas dan aktivitas ekonomi lokal semakin menggeliat. Sinergi antara korporasi, pemerintah daerah, dan pelaku UMKM menjadi kunci untuk mewujudkan potensi ekonomi Mandalika yang berkelanjutan.
Langkah Pertamina ini mengindikasikan sebuah model kemitraan yang holistik, di mana ajang olahraga dan pariwisata internasional tidak hanya dinikmati oleh segelintir pihak, tetapi juga menjadi lokomotif pertumbuhan bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang berada di garis depan ekonomi kerakyatan. Harapannya, pemberdayaan UMKM ini akan memperkokoh fondasi ekonomi NTB, menjadikannya resilient dan siap menyongsong era pariwisata dan ekonomi kreatif global.








