Meredakan Kecemasan Pasca-Penggerebekan Narkoba: Polri Gelar Program Pemulihan Komprehensif di Jakarta Barat

JAKARTA, KotaKita – Pasca-operasi penegakan hukum terhadap peredaran narkoba yang intensif, Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat bersama jajaran Polda Metro Jaya mengambil langkah proaktif melalui program pemulihan komprehensif bagi warga. Program ini menyasar Kompleks Permata atau yang akrab disebut Kampung Ambon di Cengkareng, serta Kampung Boncos di Palmerah, area yang baru-baru ini menjadi fokus penggerebekan.

Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Nasriadi, menjelaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar respons, melainkan upaya mendalam untuk mengembalikan rasa aman dan kenyamanan warga. “Setelah operasi pemberantasan narkoba, kami memahami bahwa masyarakat mungkin merasakan dampak psikologis. Oleh karena itu, kami hadir dengan pendampingan ini,” ungkap Kombes Nasriadi.

Read More

Kegiatan yang digelar pada hari Sabtu ini mencakup pendampingan psikologis, yang dilakukan secara langsung melalui kunjungan ke rumah-rumah warga, terutama untuk memantau kondisi anak-anak dan keluarga. Selain itu, layanan kesehatan juga disediakan, memastikan warga mendapatkan penanganan medis dasar pasca-ketegangan yang mungkin mereka alami. Tak hanya itu, petugas juga gencar menyampaikan imbauan mengenai pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga keamanan dan menciptakan lingkungan yang kondusif, bebas dari jerat narkoba.

Di lokasi terpisah, Kampung Boncos, upaya serupa dipimpin langsung oleh Wakapolres Metro Jakarta Barat, AKBP Rezi Dharmawan. Bertempat di Pos RW 03, acara tersebut menjadi wadah dialog dan tanya jawab antara aparat kepolisian, Ketua RW 03, dan sekitar 50 warga setempat. Interaksi ini bukan hanya untuk menampung aspirasi, tetapi juga untuk merumuskan langkah-langkah konkret bersama dalam mengatasi persoalan lingkungan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba.

“Penanganan masalah narkoba tidak hanya berhenti pada penegakan hukum semata. Ini juga tentang membangun fondasi lingkungan yang sehat, memberikan dukungan kuat kepada keluarga, dan yang terpenting, melindungi generasi muda dari dampak destruktif penyalahgunaan narkoba,” tegas AKBP Rezi. Beliau menekankan pentingnya komunikasi terbuka dan kolaborasi antara Polri dan masyarakat, mengajak seluruh elemen warga untuk menutup celah bagi penyalahgunaan maupun peredaran narkotika.

Sebelumnya, sebuah operasi gabungan besar-besaran pada Jumat (9/10) berhasil mengamankan 24 individu terkait dugaan peredaran narkotika di kedua kampung tersebut. Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso, merinci bahwa 16 orang ditangkap di Kampung Ambon dan delapan lainnya di Kampung Boncos. Operasi ini melibatkan kekuatan gabungan dari berbagai instansi, menunjukkan komitmen serius negara dalam memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya.

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan berbagai sarana yang diduga kuat berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkotika, mulai dari lapak, tempat kos, hingga kendaraan bermotor. Seluruh individu yang ditangkap menjalani pemeriksaan intensif dan tes urine, menegaskan keseriusan penegakan hukum. Dengan program pemulihan dan edukasi ini, Polri berharap dapat menciptakan efek jera sekaligus memberdayakan masyarakat agar lingkungan mereka tidak lagi menjadi sarang narkoba, melainkan tumbuh sebagai komunitas yang resilien dan harmonis.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *