Prabowo Subianto Tegaskan RI Harus Mandiri: Tidak Ada Negara yang Kasihan pada Kita

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan kuat mengenai pentingnya kedaulatan dan kemandirian bangsa di tengah ketidakpastian geopolitik global. Saat menghadiri perayaan seabad Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Kepala Negara menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menggantungkan nasibnya pada belas kasihan negara lain. Menurutnya, dalam panggung internasional, tidak ada bantuan yang benar-benar tulus tanpa pamrih jika suatu bangsa tidak mampu memperkuat dirinya sendiri.

Prabowo menekankan bahwa kemerdekaan sejati hanya bisa dicapai jika Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri (berdikari), khususnya dalam sektor-sektor vital seperti pangan dan energi. Ketergantungan terhadap pasokan luar negeri dinilai sangat rentan memicu krisis, terutama ketika konflik global pecah. Oleh karena itu, swasembada bukan lagi sekadar pilihan, melainkan keharusan mutlak untuk menjaga kehormatan bangsa.

Read More

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga memaparkan sejumlah capaian positif yang telah diraih Indonesia. Salah satunya adalah ketahanan pangan nasional yang dinilai cukup kuat untuk menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Di sektor energi, Indonesia perlahan mulai lepas dari jerat impor solar berkat inovasi pemanfaatan kelapa sawit menjadi bahan bakar nabati. Kolaborasi para akademisi dan peneliti dalam negeri berhasil memproduksi biosolar hingga bensin dari kelapa sawit, membuktikan bahwa potensi lokal mampu menjawab tantangan global.

Tak hanya fokus pada aspek fisik dan ekonomi, Prabowo juga menyoroti pentingnya menjaga mentalitas generasi muda, khususnya para santri. Ia memperingatkan adanya upaya-upaya sistematis di media sosial yang sengaja dirancang untuk meruntuhkan rasa percaya diri anak muda Indonesia. Menurutnya, pesimisme sengaja diembuskan agar bangsa ini tetap merasa inferior dan mudah dikendalikan pihak asing.

Melalui pidato yang membakar semangat ini, Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memupuk keberanian, mengakui kekurangan untuk diperbaiki, dan optimistis menatap masa depan. Indonesia harus bertransformasi menjadi bangsa yang disegani, berdaulat penuh, dan tidak lagi menjadi pengikut di bawah bayang-bayang kekuatan global lainnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *