Respon Cepat Kementerian PU Tangani Jembatan Aih Bobo dan Akses Jalan Putus di Gayo Lues

Gayo Lues – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengambil langkah konkret dan cepat untuk mengatasi terputusnya akses Jembatan Aih Bobo yang terletak di Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Langkah tanggap darurat ini diambil setelah banjir luapan sungai akibat hujan deras berkepanjangan melanda wilayah tersebut dan memutus kembali jalur vital masyarakat.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan infrastruktur di kawasan terdampak merupakan prioritas utama pemerintah. Kehadiran konektivitas jembatan dan jalan sangat krusial dalam menyokong distribusi logistik, mobilitas warga, serta proses evakuasi dan pemulihan ekonomi lokal.

Read More

“Kami terus bekerja tanpa henti agar isolasi wilayah dapat segera teratasi. Keselamatan warga serta kelancaran lalu lintas menjadi fokus perhatian kami saat ini,” ujar Dody dalam peryataannya di Jakarta.

Peristiwa terputusnya jembatan sementara Aih Bobo ini merupakan kali ketiga, setelah sebelumnya bencana hidrometeorologi juga menghantam area yang sama pada November 2025 dan Juni 2026. Untuk menangani dampak terbaru, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh langsung mengerahkan personel dan alat berat demi memindahkan sisa-sisa reruntuhan serta memasang barikade pengaman.

Selain pembersihan di titik Jembatan Aih Bobo, BPJN Aceh bersama pihak penyedia jasa PT Hutama Karya dan warga setempat bekerja sama membersihkan material longsor yang menimbun ruas jalan nasional Blangkejeren–Batas Aceh Tenggara. Penanganan darurat ini mencakup tujuh titik longsor yang tersebar di wilayah Meloak, Durin Daun, dan Air Panas menggunakan kombinasi alat berat seperti excavator dan wheel loader.

Sebagai langkah jangka panjang guna mengendalikan laju sedimen dan banjir susulan, Kementerian PU tengah menyelesaikan pembangunan sabo dam di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tamiang, Kecamatan Pining. Fasilitas pencegah banjir ini ditargetkan dapat beroperasi secara fungsional dalam tempo tiga hingga empat minggu ke depan, meskipun terdapat sedikit kendala dalam pemenuhan pasokan semen di lapangan.

Dengan percepatan perbaikan ini, diharapkan denyut nadi perekonomian masyarakat Gayo Lues dan sekitarnya dapat segera kembali normal serta terhindar dari krisis aksesibilitas akibat cuaca ekstrem.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *