Wamena – Aksi keji Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali memakan korban jiwa di tanah Papua. Kali ini, tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dilaporkan meninggal dunia setelah ditembak secara brutal oleh kelompok separatis tersebut pada Rabu (9/9).
Insiden berdarah ini terjadi di Distrik Muliama saat para korban sedang dalam perjalanan pulang menuju Wamena. Sebelumnya, rombongan ASN ini menjalankan tugas mulia memberikan bantuan bibit ternak babi, meninjau lahan cetak sawah, serta memberikan penyuluhan peternakan kepada masyarakat setempat.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan kronologi kejadian di mana kendaraan korban dihadang oleh kelompok bersenjata berjumlah sekitar delapan orang. Para korban kemudian dipaksa turun sebelum akhirnya dieksekusi dari arah belakang dengan senjata api laras panjang dan pendek.
Identitas ketiga korban gugur adalah AR (49) yang menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, AAM (35) staf Dinas Pertanian, dan seorang wanita berinisial WM (24). Ketiganya mengalami luka tembak fatal di beberapa bagian vital tubuh.
Pelaku Nekat Lakukan Video Call dengan Keluarga Korban
Pascapenembakan, salah satu pelaku sempat merampas ponsel milik korban WM. Dengan sangat berani, pelaku menggunakan ponsel tersebut untuk melakukan panggilan video (video call) ke pihak keluarga korban menggunakan bahasa lokal Papua. Rekaman panggilan ini pun sempat viral di media sosial.
Berbekal bukti digital tersebut, pihak kepolisian berhasil mengidentifikasi dua orang pelaku utama yang berinisial PN dan KT. Keduanya dipastikan sebagai anggota KKB Kodap III Ndugama di bawah pimpinan Egianus Kogoya yang sudah lama masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Berdasarkan catatan kepolisian, PN dan KT memiliki rekam jejak kriminalitas yang panjang. Mereka diketahui terlibat dalam insiden penembakan di Festival Budaya Lembah Baliem pada Agustus 2026, serta aksi penyanderaan pilot Susi Air, Kapten Philip Mark Mehrtens, pada tahun 2023 lalu.
Saat ini, Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran Polres Jayawijaya telah memperketat pengamanan di wilayah Wamena dan terus melakukan pengejaran intensif terhadap para pelaku yang melarikan diri ke dalam hutan.








