Aktivitas vulkanik di sejumlah wilayah Indonesia kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Sejak Jumat dini hari, tercatat tiga gunung api aktif di tanah air mengalami erupsi beruntun secara bergantian. Berdasarkan data terbaru dari Magma Indonesia yang dikelola oleh Badan Geologi Kementerian ESDM, ketiga gunung tersebut adalah Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketiga gunung api ini memang dikenal sangat aktif dan terus menunjukkan fluktuasi aktivitas yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Laporan petugas pos pengamatan menunjukkan rangkaian letusan terjadi sejak tengah malam dengan intensitas yang bervariasi.
Gunung Semeru: Merajai Rekor Erupsi Terbanyak
Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan telah mengalami lima kali erupsi sejak pukul 00.00 WIB hingga Jumat pagi. Letusan pertama terdeteksi lepas tengah malam pada pukul 00.26 WIB. Meski secara visual kolom abu tidak selalu teramati akibat tertutup kabut, getaran gempa letusan terekam jelas pada alat seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 23 mm.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat Semeru sebagai gunung api paling aktif sepanjang tahun ini dengan total kumulatif letusan mencapai 1.831 kali. Angka ini menempatkan Mahameru di posisi puncak daftar gunung paling sering meletus di Indonesia.
Gunung Ibu dan Ili Lewotolok Menyusul dengan Kolom Abu Tebal
Sementara itu, di wilayah Indonesia Timur, Gunung Ibu yang berada di Pulau Halmahera, Maluku Utara, juga menunjukkan aktivitas serupa. Gunung ini meletus sebanyak lima kali sejak dini hari. Letusan yang terjadi pada pukul 00.49 WIT memuntahkan kolom abu setinggi 400 meter di atas puncak yang bertiup ke arah barat laut. Gunung Ibu saat ini menduduki peringkat kedua nasional dengan total 1.537 kali erupsi sepanjang tahun.
Tak ketinggalan, Gunung Ili Lewotolok di Pulau Lembata, NTT, mencatatkan intensitas erupsi tertinggi hari ini dengan enam kali letusan hingga pagi hari. Salah satu letusan terbesar hari ini terjadi pada pukul 09.06 WITA, melontarkan abu vulkanik setinggi 700 meter ke arah barat. Secara akumulatif, Ili Lewotolok menempati peringkat keenam gunung paling aktif dengan total 116 kali erupsi tahun ini.
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan rawan bencana ketiga gunung tersebut diimbau untuk tetap waspada, menghindari aktivitas di radius bahaya yang telah ditentukan, serta selalu mengenakan masker pelindung mulut dan hidung untuk menghindari dampak buruk abu vulkanik.








