Peran Strategis RI di BRICS: Dorong Forum Inklusif Tanpa Jadi Tandingan Barat

Bergabungnya Indonesia sebagai anggota resmi BRICS membuka babak baru dalam peta diplomasi dan geopolitik ekonomi nasional. Di tengah fragmentasi tatanan global, posisi Indonesia dinilai sangat krusial untuk mengarahkan aliansi ekonomi ini agar tetap berpegang pada prinsip keterbukaan dan netralitas aktif.

Pakar Hubungan Internasional, Teuku Rezasyah, menggarisbawahi bahwa target utama Indonesia di dalam BRICS adalah menjadikannya sebagai forum yang moderat, demokratis, dan memiliki indikator kinerja terukur. Rezasyah mengingatkan agar keberadaan kelompok ini tidak diposisikan secara konfrontatif sebagai blok ekonomi baru yang semata-mata berniat menggeser pengaruh kekuatan Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat.

Read More

Menurutnya, Indonesia mengantongi modal reputasi diplomasi yang solid. Penyelarasan arah pembangunan domestik dengan visi kerja sama BRICS serta penguatan komitmen Kerja Sama Selatan-Selatan menjadi kekuatan tawar yang strategis. Sinergi ini ditujukan untuk mengakselerasi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan nilai demokrasi yang selaras dengan kearifan lokal, serta pemerataan pembangunan lintas kawasan dengan fondasi kemitraan setara.

Rezasyah juga menyarankan agar Indonesia tidak tergesa-gesa mengejar ambisi kepemimpinan di dalam tubuh BRICS. Pendekatan yang bijak justru diwujudkan dengan merangkul pengalaman negara-negara pendiri sekaligus belajar bersama anggota yang baru bergabung, demi membangun konsensus yang sehat dan harmonis.

Tak kalah penting, Indonesia diharapkan aktif menginisiasi pertukaran solusi nyata dalam merespons target Sustainable Development Goals (SDGs). Saling berbagi praktik terbaik antarsesama anggota dinilai ampuh dalam mengatasi problem struktural di negara berkembang, mulai dari ketahanan pangan hingga transisi energi bersih.

Langkah diplomasi tersebut diproyeksikan menjadi substansi penting menjelang penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS di New Delhi, India. Kehadiran Indonesia bersama mitra besar seperti Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, serta anggota baru lainnya diharapkan memberi warna baru bagi arsitektur ekonomi dunia yang lebih berkeadilan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *