Banjir Sumut Hari Ini: Ribuan Rumah di Medan, Langkat, dan Deliserdang Terendam Air

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Sumatra Utara (Sumut) memicu banjir di tiga kabupaten dan kota sekaligus pada Senin (7/9). Wilayah yang terdampak cukup parah meliputi Kabupaten Deliserdang, Kota Medan, hingga Kabupaten Langkat. Akibat luapan sungai setempat, ribuan kepala keluarga (KK) kini terpaksa bertahan di tengah kepungan air yang merendam permukiman mereka.

Berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, untungnya hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Kendati demikian, kerugian material tidak terhindarkan karena akses jalan dan rumah tergenang air dengan ketinggian bervariasi.

Read More

Dampak Banjir di Medan dan Deliserdang

Di Kota Medan, banjir merendam sedikitnya 482 unit rumah di kawasan Kecamatan Medan Maimun. Sri Wahyuni Pancasilawati selaku Kabid Penanganan Darurat Peralatan dan Logistik BPBD Sumut, mengonfirmasi bahwa ada sekitar 1.948 jiwa dari 817 KK yang terdampak langsung. Wilayah terparah berada di Kelurahan Sei Mati dan Kelurahan Hamdan, di mana ratusan rumah terendam air akibat luapan sungai terdekat.

Sementara itu, di Kabupaten Deliserdang, banjir melanda Desa Punden Rejo, Kecamatan Tanjung Morawa, akibat meluapnya Sungai Sei Putih. Meskipun genangan air di wilayah ini relatif rendah, yakni sekitar 15 sentimeter, pemerintah setempat langsung merespons dengan mengusulkan pembangunan pintu klep pada sistem drainase untuk mencegah banjir susulan.

Kabupaten Langkat Alami Dampak Terparah

Kondisi paling memprihatinkan terjadi di Kabupaten Langkat. Tingginya intensitas hujan selama dua hari berturut-turut di hulu Sungai Batang Serangan memicu luapan air yang sangat besar. Akibatnya, sebanyak 2.678 KK yang tersebar di empat kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Kecamatan yang terendam meliputi Batang Serangan, Sawit Seberang, Padang Tualang, dan Tanjung Pura. Di Desa Sei Bamban, genangan air bahkan mencapai ketinggian 30 sentimeter hingga 1 meter, memaksa tim reaksi cepat bersiaga penuh untuk mengevakuasi warga jika diperlukan.

Kesiapsiagaan Darurat BPBD Sumut

Mengantisipasi situasi yang memburuk, BPBD Sumut telah mengaktifkan Posko Pusdalops selama 24 jam penuh. Petugas di lapangan juga telah disiagakan bersama dengan berbagai peralatan penyelamatan seperti perahu karet dan mobil tangki air.

Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi mereka yang tinggal di dekat bantaran sungai. Langkah antisipatif sangat diperlukan mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *