Lembaga survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) kembali merilis peta kekuatan politik terbaru di Jawa Timur (Jatim). Hasilnya, Partai Gerindra sukses mempertahankan posisi puncak dengan elektabilitas tertinggi, disusul oleh lonjakan performa dari Partai Demokrat. Di sisi lain, beberapa partai besar justru cenderung stagnan dan sebagian mengalami penurunan.
Direktur ARCI, Baihaki Sirajt, memaparkan bahwa dominasi Gerindra di Jawa Timur telah berlangsung konsisten sejak akhir tahun 2025. Dalam survei teranyar ini, Gerindra memimpin dengan raihan elektabilitas sebesar 16,3 persen. Di bawahnya, menyusul PKB dengan 15,1 persen, PDI Perjuangan 13,7 persen, serta Golkar dan Demokrat yang berbagi angka sama di 12,5 persen.
Baihaki menjelaskan bahwa bertahannya Gerindra di posisi teratas ditopang oleh agresivitas para legislatornya yang aktif turun ke akar rumput. “Anggota legislatif dari Gerindra sangat aktif mengawal program-program strategis presiden dan menyerap aspirasi warga. Selain itu, banyaknya kepala daerah dari Gerindra di Jatim juga memberikan dampak elektoral yang signifikan,” ujarnya di Surabaya.
Kejutan terbesar dalam survei ini datang dari Partai Demokrat yang terus merangkak naik hingga menyamai Golkar. Kebangkitan Demokrat di Jatim dinilai tidak lepas dari efek ekor jas (coattail effect) dari Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tingkat nasional, serta kerja keras elektoral dari Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak, pasca-restrukturisasi pengurus daerah.
Sebaliknya, nasib kurang beruntung dialami oleh Partai Golkar yang trennya cenderung menurun sejak akhir 2025. Kondisi paling mengkhawatirkan dialami oleh PPP, yang elektabilitasnya merosot tajam hingga menyentuh angka 1,5 persen. PPP tercatat hanya mampu kompetitif di wilayah Madura, yang menjadi alarm bahaya serius bagi partai tersebut dalam menyongsong pemilu mendatang.
Survei ARCI ini diselenggarakan pada periode 18-28 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur. Menggunakan metode Stratified Multistage Random Sampling, survei ini memiliki tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dengan margin of error sebesar 2,8 persen.








