Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kini tengah menjadi pusat perhatian nasional seiring dimulainya perhelatan akbar Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Ribuan nahdliyin dan utusan dari berbagai penjuru tanah air, mulai dari ujung barat hingga wilayah timur seperti Papua, tampak memadati kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, sejak Kamis pagi. Antusiasme yang luar biasa ini menandai dimulainya momentum penting bagi masa depan organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Proses registrasi peserta berlangsung dengan pengamanan ketat namun tetap tertib, berkat kesiapsiagaan personel Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, Muktamar kali ini menerapkan sistem verifikasi berbasis teknologi digital. Setiap peserta wajib menunjukkan identitas berupa kode QR atau barcode unik, baik yang disimpan di dalam ponsel pintar maupun versi cetak. Langkah modernisasi ini terbukti efektif dalam mempercepat alur masuk dan meminimalisasi antrean panjang di meja registrasi.
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Mohammad Nuh, mengungkapkan bahwa antusiasme peserta melampaui estimasi awal. Hingga Kamis pagi, tercatat lebih dari separuh total delegasi resmi telah sukses melakukan registrasi dan siap menyukseskan jalannya sidang-sidang Muktamar. Pihak panitia optimistis tingkat kehadiran peserta akan mencapai puncaknya pada tengah hari, sehingga kuorum persidangan dapat segera terpenuhi untuk memulai agenda-agenda krusial organisasi.
Tidak hanya bernilai spiritual dan politis, gelaran Muktamar ke-35 ini juga membawa berkah ekonomi yang luar biasa bagi masyarakat sekitar. Di sepanjang Jalan KH Wahab Hasbullah, denyut perekonomian lokal melonjak drastis. Ratusan pedagang dadakan menjamur, menjajakan beraneka ragam cinderamata, pakaian muslim, hingga atribut khas Muktamar NU. Hal ini membuktikan bahwa kegiatan keagamaan berskala besar mampu menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di daerah.
Sementara itu, persiapan di lokasi utama terus dimatangkan. Tenda raksasa yang didirikan di Lapangan Untung Suropati sebagai arena utama jalannya Muktamar masih dalam kondisi steril dan dijaga ketat oleh pihak keamanan. Area ini baru akan dibuka secara resmi saat upacara pembukaan dimulai, guna memastikan seluruh fasilitas dan sarana teknis berfungsi dengan sempurna demi kelancaran acara bersejarah ini.








