Aksi penggerebekan gembong narkoba di Lampung Utara berujung maut setelah terjadi baku tembak sengit antara aparat kepolisian dan seorang buronan bersenjata. Peristiwa mencekam yang terjadi pada Selasa dini hari ini mengakibatkan pelaku tewas di tempat, sementara tiga anggota polisi mengalami luka tembak serius.
Buronan yang diidentifikasi bernama Popi Handika Purba (30) merupakan target operasi kepolisian terkait kasus narkotika dan kepemilikan senjata api ilegal. Insiden berdarah ini bermula saat tim gabungan Satreskrim Polres Lampung Utara mengepung sebuah rumah di kawasan Kelurahan Kotabumi Udik setelah menerima laporan warga mengenai keberadaan pelaku.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara, AKP Ivan Roland Cristofel, menjelaskan bahwa petugas sebenarnya telah mengedepankan pendekatan persuasif. Polisi bahkan sempat meminta bantuan kakak kandung pelaku untuk membujuk agar ia menyerah tanpa perlawanan. Namun, imbauan tersebut diabaikan. Pelaku justru mencabut senjata api rakitan jenis revolver dari pinggangnya dan melepaskan tembakan membabi buta ke arah petugas.
Dalam baku tembak yang berlangsung singkat namun menegangkan tersebut, Popi akhirnya berhasil dilumpuhkan setelah mengalami luka tembak di bagian dada dan paha. Ia dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Maria Regina Kotabumi. Pihak keluarga dilaporkan menolak proses autopsi dan memilih langsung memakamkan jenazah.
Di sisi lain, tiga personel kepolisian harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka-luka yang diderita. Aipda Adizar menderita luka tembak di betis kanan, sementara Aipda Adi Agus Candra mengalami luka gores di pelipis. Anggota ketiga, Brigpol Ariyadi, mengalami luka tembak di bagian perut dan langsung dirujuk ke RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung, guna mendapatkan penanganan medis intensif akibat proyektil yang masih bersarang.
Dari lokasi kejadian, polisi menyita sejumlah barang bukti krusial, termasuk satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver beserta beberapa butir peluru aktif dan selongsong kaliber 9 milimeter. Pihak kepolisian menegaskan akan terus mendalami jaringan peredaran senjata api ilegal dan narkoba yang melibatkan pelaku guna memutus rantai kriminalitas di wilayah tersebut.








