NAGEKEO – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan langsung ke lokasi pengungsian korban gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran Kepala Negara di tengah-tengah warga terdampak menjadi simbol kuat bahwa pemerintah pusat berkomitmen penuh dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
Tiba dengan menggunakan helikopter kepresidenan, Presiden Prabowo yang mengenakan pakaian safari khas berwarna krem langsung disambut hangat oleh warga yang telah menanti di tenda pengungsian. Dalam kunjungannya, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita.
Sebelum berdialog langsung dengan para pengungsi, Presiden memimpin rapat koordinasi darurat di Posko Penanganan Bencana yang berlokasi di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan bahwa seluruh elemen pemerintah, baik pusat maupun daerah, akan bersinergi untuk mengembalikan kondisi masyarakat seperti sedia kala. “Pemerintah tidak akan tinggal diam. Kami semua akan bekerja keras demi memulihkan keadaan di NTT,” tegasnya.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menyampaikan laporan terkini mengenai dampak gempa dahsyat tersebut. Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia kini telah mencapai 105 jiwa. Suharyanto menjelaskan bahwa 48 korban meninggal akibat dampak langsung gempa, sementara 57 jiwa lainnya teridentifikasi setelah operasi penyelamatan lanjutan oleh Basarnas, serta dampak trauma pascabencana pada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.
Selain korban jiwa, BNPB mencatat sebanyak 1.678 orang mengalami luka-luka, dan jumlah warga yang terpaksa mengungsi menembus angka 179.037 jiwa. Kerusakan infrastruktur juga sangat masif, dengan setidaknya 81.436 unit rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Tiga wilayah yang teridentifikasi mengalami dampak terparah adalah Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.
Langkah cepat Presiden Prabowo ini diharapkan dapat mempercepat penyaluran bantuan logistik, pemulihan infrastruktur dasar, serta penanganan psikososial bagi para korban yang kini masih bertahan di tenda-tenda darurat.








