Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) memberikan respons tegas terkait beredarnya potongan video pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang menyinggung potensi percepatan Pemilihan Umum (Pemilu). Gerindra menegaskan sama sekali tidak terpengaruh oleh spekulasi tersebut dan memilih fokus mengawal kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, mengungkapkan bahwa pembicaraan mengenai kontestasi politik Pemilu 2029—terlebih lagi wacana percepatannya—masih sangat jauh dari konteks relevansi saat ini. Partai besutan Prabowo Subianto ini memilih mendedikasikan seluruh energi politiknya untuk memastikan roda pemerintahan berjalan optimal serta program-program strategis dapat terdistribusi secara nyata kepada masyarakat luas.
“Kami fokus menyukseskan program Pak Prabowo, tidak ada pembahasan untuk 2029, masih jauh untuk dibahas,” kata Sugiat di Jakarta. Ia menekankan bahwa mengamankan program-program kesejahteraan rakyat jauh lebih esensial daripada terjebak dalam pusaran wacana politik yang belum pasti. Sugiat pun meminta publik untuk menanyakan langsung substansi dan niat di balik pernyataan itu kepada Budi Arie secara pribadi.
Muka spekulasi publik ini bermula saat potongan video percakapan antara Budi Arie dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, mendadak viral di berbagai platform media sosial. Dalam rekaman tersebut, Budi Arie mengutarakan analisisnya mengenai kemungkinan terjadinya momentum politik yang berlangsung lebih cepat dari jadwal lima tahunan biasa.
Menanggapi gelombang polemik tersebut, Sekretaris Jenderal DPP Projo, Fredy Alex Damanik, memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan bahwa potongan video yang tersebar bukanlah rekaman yang utuh. Menurut Fredy, forum tempat Budi Arie berbicara merupakan agenda silaturahmi internal relawan bersama Jokowi dalam rangka Bulan Kemerdekaan, yang sengaja digelar untuk memetakan berbagai dinamika nasional.
Fredy menambahkan bahwa berbagai masukan dari diskusi tersebut ditujukan agar Jokowi dapat meneruskannya kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai bahan pertimbangan pembangunan bangsa. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi sendiri mengimbau seluruh elemen relawan untuk tetap tenang dan menyikapi perkembangan politik nasional dengan bijak.








