Presiden RI Prabowo Subianto menaruh perhatian serius terhadap kelestarian lingkungan hidup dan perlindungan satwa liar di Indonesia. Secara khusus, ia memberikan instruksi tegas untuk memprioritaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK) di Lampung. Langkah cepat ini diambil demi menyelamatkan habitat terakhir gajah Sumatra yang kian terancam oleh amukan si jago merah.
Dalam rapat koordinasi penanganan karhutla di Riau, Presiden menekankan bahwa Way Kambas adalah suaka penting yang harus dilindungi secara maksimal. Laporan mengenai munculnya titik panas (hotspot) di kawasan konservasi tersebut langsung direspons aktif. Menurut Prabowo, gajah-gajah Sumatra yang tersisa di sana merupakan warisan alam berharga yang wajib dijaga kelangsungan hidupnya dari ancaman bencana kebakaran.
Beruntung, sinergi cepat di lapangan membuahkan hasil positif. Kementerian Kehutanan mengonfirmasi bahwa kebakaran yang sempat melanda kawasan Resor Kuala Penet di TNWK kini telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Berkat kerja keras tim, kelompok gajah liar yang mendiami wilayah utara taman nasional maupun gajah-gajah di Pusat Konservasi Gajah (PKG) dipastikan aman dan tidak terdampak langsung oleh peristiwa kebakaran tersebut.
Keberhasilan pemadaman ini merupakan buah dari kolaborasi luar biasa yang melibatkan sekitar 250 personel gabungan. Tim ini terdiri dari unsur Balai TNWK, TNI, Polri, pemerintah daerah, mitra konservasi, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA). Setelah api berhasil dijinakkan, petugas segera melakukan proses pendinginan (cooling down) untuk memastikan tidak ada bara api tersembunyi, terutama karena karakteristik lahan gambut yang sangat rentan memicu kebakaran susulan.
Hingga saat ini, pemantauan intensif terhadap pergerakan satwa dan kondisi kawasan terus dilakukan secara berkala. Upaya preventif ini diharapkan dapat memastikan perlindungan satwa liar tetap berjalan optimal serta mencegah potensi bencana serupa di masa mendatang.








