Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran Uang Palsu Rp36 Miliar di Tangsel, Begini Modusnya

Polda Metro Jaya berhasil membongkar sindikat pembuatan uang palsu berskala besar di kawasan Tangerang Selatan (Tangsel). Dalam penggerebekan ini, polisi menyita sebanyak 360 ribu lembar uang palsu pecahan Rp100.000 dengan total nilai fantastis mencapai Rp36 miliar. Beruntung, puluhan miliar rupiah uang ilegal tersebut berhasil diamankan sebelum sempat beredar luas di tengah masyarakat.

Dirreskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Victor Dean Mackbon, mengungkapkan bahwa sindikat ini memproduksi uang palsu menggunakan cetakan rupiah emisi tahun 2016. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, para pelaku berencana mengedarkan uang tersebut melalui dua jalur distribusi utama, yakni jalur pemodal dan jalur kelompok produsen.

Read More

Modus Licik Penukaran 3 Banding 1

Polisi membeberkan bahwa motif utama dari kejahatan ini murni demi meraup keuntungan ekonomi instan. Sindikat ini menerapkan skema penukaran dengan rasio tiga banding satu. Artinya, tiga lembar uang palsu akan ditukarkan dengan satu lembar uang asli. Tidak hanya itu, para pelaku juga merancang taktik licik untuk menyusupkan uang palsu tersebut ke dalam sistem perbankan.

“Rencananya, uang palsu ini akan dicampur dengan uang asli kemudian didepositokan ke salah satu bank swasta,” jelas Kombes Victor Dean Mackbon kepada wartawan.

Otak Kejahatan dan Alat Cetak Senilai Rp1 Miliar

Penyelidikan mendalam mengarah pada sosok berinisial AB, yang diduga kuat menjadi dalang atau otak di balik operasi ilegal ini. AB berperan sebagai pemesan sekaligus penyedia modal yang telah menyiapkan seluruh fasilitas produksi sejak empat bulan lalu. Polisi juga menyita peralatan cetak canggih, termasuk mesin offset, dengan nilai investasi alat mencapai Rp1 miliar.

Meski belum menemukan keterkaitan dengan sindikat pembuat uang palsu lainnya, pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mendalami kasus ini guna memastikan tidak ada jaringan serupa yang masih beroperasi. Pengungkapan kasus besar ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas janggal di lokasi kejadian.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *