Skandal Suap Unsoed: KPK OTT Rektor Terkait Penerimaan Mahasiswa Kedokteran

Dunia pendidikan tinggi di Indonesia kembali diguncang isu miring. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan telah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret petinggi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Dugaan kuat mengarah pada praktik suap atau pengondisian dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru di Fakultas Kedokteran, salah satu jurusan paling prestisius di kampus tersebut.

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, membenarkan bahwa operasi senyap yang dilakukan tim penindak di lapangan berkaitan erat dengan manipulasi jalur masuk mahasiswa baru. Pengondisian ini mencederai prinsip keadilan dalam dunia akademis, di mana kursi calon dokter diduga diperjualbelikan demi keuntungan pribadi oknum pejabat kampus.

Read More

Dalam operasi yang berlangsung di wilayah Purwokerto dan Jakarta tersebut, penyidik KPK mengamankan total 14 orang. Dua belas orang diringkus di Purwokerto, Jawa Tengah, sementara dua orang lainnya diciduk di ibu kota Jakarta. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa salah satu pihak yang terjaring dalam operasi ini adalah Rektor Unsoed sendiri beserta jajaran wakil rektor.

Setelah penangkapan, KPK langsung membagi proses pemeriksaan. Dua orang yang ditangkap di Jakarta langsung digiring ke Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif. Sementara itu, 12 orang yang diamankan di Purwokerto menjalani pemeriksaan awal di Polresta Banyumas sebelum akhirnya sebagian dari mereka diboyong ke Jakarta guna penyelidikan lebih mendalam. Hingga saat ini, total ada sembilan orang yang statusnya masih diperiksa intensif di markas komisi antirasuah.

Tak hanya mengamankan para terduga pelaku, KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai senilai ratusan juta rupiah yang diduga kuat merupakan uang pelicin untuk meloloskan calon mahasiswa. KPK sangat menyayangkan terjadinya praktik lancung di sektor pendidikan ini. Institusi pendidikan yang seharusnya menjadi kawah candradimuka moral dan karakter bangsa, justru dinodai oleh transaksi ilegal sejak gerbang awal masuk kuliah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *