Jakarta menunjukkan kepedulian yang mendalam terhadap bencana alam yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara resmi menyalurkan bantuan kemanusiaan bernilai fantastis, yakni sebesar Rp5,8 miliar, guna meringankan beban warga terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada pertengahan Agustus lalu.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memimpin langsung pelepasan bantuan tersebut dari Balai Kota DKI Jakarta. Menurut Pramono, aksi cepat tanggap ini merupakan bukti nyata bahwa solidaritas warga Jakarta menembus batas-batas administratif. Langkah ini sekaligus menjadi komitmen Jakarta untuk terus mendampingi proses pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat NTT yang terdampak.
Dana dan logistik yang terkumpul merupakan hasil kolaborasi solid antara Aparatur Sipil Negara (ASN), berbagai perangkat daerah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), serta BAZNAS (BAZIS) DKI Jakarta. Menariknya, aksi penggalangan dana kemanusiaan ini masih dibuka hingga 25 Agustus 2026, sehingga jumlah bantuan diprediksi akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa kebutuhan pangan dasar seperti makanan siap saji, biskuit, dan air mineral. Pemprov DKI juga mengirimkan kebutuhan logistik darurat yang sangat mendesak, mulai dari kasur lipat, perlengkapan keluarga, obat-obatan, cairan infus, hingga popok serta alat sanitasi untuk balita dan lansia. Selain itu, dikirimkan pula 200 unit toren air dari PAM Jaya, bantuan tunai senilai Rp1,11 miliar, serta komitmen penyediaan Mobile Water Treatment Plant senilai Rp2,5 miliar untuk menjamin ketersediaan air bersih di lokasi pengungsian.
Proses distribusi logistik ini melibatkan jaringan logistik nasional yang dikoordinasikan langsung oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan TNI. Pengiriman dilakukan secara masif melalui jalur udara via Bandara Halim Perdanakusuma menggunakan pesawat Hercules, serta jalur laut melalui armada kapal perang KRI milik TNI Angkatan Laut.
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, mengapresiasi langkah cepat Jakarta. Bantuan ini merupakan kontribusi perdana dari pemerintah tingkat provinsi yang akan difokuskan untuk masa tanggap darurat di tujuh kabupaten terdampak, yaitu Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Ende, Sikka, dan Nagekeo. Penggunaan helikopter juga disiapkan guna menjangkau kantong-kantong pengungsian yang saat ini masih terisolasi akibat infrastruktur jalan yang terputus.








