Oknum Polisi di Bulukumba Ditangkap Propam, Diduga Coba Perkosa Kenalan TikTok

Kasus dugaan tindakan asusila yang melibatkan oknum aparat kepolisian kembali mencoreng institusi Polri. Di Bulukumba, Sulawesi Selatan, seorang anggota polisi berpangkat Bripda dengan inisial AS terpaksa diringkus oleh Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polres Bulukumba. Penangkapan ini dilakukan menyusul adanya laporan terkait dugaan percobaan pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap seorang wanita berinisial NA (26).

Peristiwa kelam ini bermula dari perkenalan pelaku dan korban di jagat maya, tepatnya melalui platform media sosial TikTok. Komunikasi keduanya kemudian berlanjut secara intensif lewat aplikasi perpesanan WhatsApp. Merasa sudah cukup saling mengenal, Bripda AS akhirnya memutuskan untuk mendatangi rumah kos korban.

Read More

Kasi Propam Polres Bulukumba, Iptu Andi Panangrangi, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi ketika pelaku bertamu ke kos korban. Berdasarkan kronologi kejadian, Bripda AS awalnya meminta izin masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil. Namun, situasi mulai mencurigakan ketika oknum polisi tersebut justru langsung berbaring di atas kasur korban setelah keluar dari toilet.

Keadaan semakin mencekam saat korban NA bersiap untuk berangkat kerja. Ketika korban hendak mengambil kunci sepeda motornya, Bripda AS secara tiba-tiba menarik paksa tubuh korban ke dalam kamar. Pelaku kemudian menutup pintu rapat-rapat dan mendorong korban hingga terjadi aksi saling dorong dan tarik-menarik yang menegangkan.

Beruntung, korban tidak tinggal diam. Dengan sisa keberaniannya, NA berteriak sekencang mungkin untuk meminta pertolongan dari warga sekitar kos. Teriakan histeris tersebut membuat pelaku panik dan mengurungkan niat jahatnya. Tak butuh waktu lama bagi korban untuk langsung melaporkan tindakan bejat oknum polisi tersebut ke Propam.

Kini, Bripda AS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Pihak Propam Polres Bulukumba langsung mengambil tindakan tegas dengan menahan pelaku selama tujuh hari ke depan guna menjalani pemeriksaan intensif. Kasus ini menjadi alarm keras bagi kepolisian untuk terus membina moralitas anggotanya di tengah masyarakat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *