Viral Salah Baca Pancasila saat HUT RI, Plt Bupati Pati Minta Maaf dan Ungkap Penyebabnya

PATI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara terbuka setelah sebuah video yang menunjukkan dirinya keliru melafalkan teks Pancasila viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi saat ia memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia di Alun-alun Kabupaten Pati.

Dalam upacara khidmat tersebut, Chandra bertindak sebagai inspektur upacara. Namun, ketegangan sempat terjadi ketika ia salah melafalkan sila kedua Pancasila. Alih-alih mengucapkan “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”, Chandra justru melafalkan kalimat “keadilan yang adil dan beradab”. Kekeliruan ini sempat memicu kebingungan di antara para peserta upacara, yang membuat respons mereka terdengar tidak serempak.

Sadar akan kekhilafannya yang memicu perbincangan hangat di jagat maya, Chandra segera memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa insiden tersebut sama sekali tidak disengaja. Faktor kondisi kesehatan yang menurun drastis pada pagi hari sebelum upacara dimulai menjadi penyebab utama hilangnya konsentrasi.

“Kami mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pati dan masyarakat Indonesia. Hal itu benar-benar tidak sengaja karena kondisi fisik saya saat itu sedang kurang sehat,” ujar Chandra saat memberikan keterangan kepada media.

Lebih lanjut, Chandra mengungkapkan bahwa rangkaian agenda menjelang peringatan kemerdekaan sangat padat dan berlangsung hingga larut malam. Kurangnya waktu istirahat membuat daya tahan tubuhnya melemah, hingga ia mengalami gejala keringat dingin sesaat sebelum menaiki mimbar upacara.

Meskipun fisiknya melemah, ia tetap memaksakan diri untuk memimpin jalannya upacara demi menunaikan tanggung jawabnya sebagai kepala daerah. Namun, kelelahan fisik akhirnya membuat konsentrasinya terganggu atau mengalami blank di momen krusial.

“Pagi itu saya sudah keringat dingin. Karena ini momen bersejarah 17 Agustus, saya mencoba bertahan dan tetap kuat. Namun ternyata, kemampuan fisik manusia ada batasnya hingga konsentrasi saya buyar. Ini benar-benar di luar prediksi kami,” tambahnya.

Meski sempat diwarnai insiden salah lafal pada sila kedua, pembacaan sila ketiga hingga kelima dalam upacara tersebut dilaporkan berjalan dengan lancar hingga akhir. Permintaan maaf terbuka dari Plt Bupati Pati ini diharapkan dapat meredam polemik yang beredar di tengah masyarakat.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *