Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas jaringan narkoba kelas kakap di Indonesia. Kali ini, BNN berhasil menyita aset fantastis senilai Rp39,95 miliar milik seorang gembong narkoba asal Kampung Bahari, Jakarta Utara, berinisial M alias “Bos Gendut” (MR). Langkah tegas ini tidak hanya menyasar pada tindak pidana narkotika, melainkan juga menyisir aliran dana haram pelaku melalui jeratan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).
Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Roy Hardy Siahaan, mengungkapkan bahwa penelusuran terhadap kekayaan Bos Gendut terus dikembangkan secara agresif. Dari hasil penyelidikan sementara, petugas berhasil mengamankan uang tunai senilai Rp1,277 miliar. Setelah dilakukan pelacakan lebih mendalam terhadap aset-aset berharga lainnya, total nilai kekayaan yang disita melonjak hingga mencapai hampir Rp40 miliar. Langkah memiskinkan bandar ini diharapkan dapat memutus urat nadi finansial sindikat agar tidak lagi mengendalikan bisnis haram dari balik jeruji besi.
Pelarian Bos Gendut akhirnya terhenti setelah petugas melakukan pengintaian intensif. Pria yang menjadi buron atas kepemilikan sabu seberat 98 kilogram ini diringkus di sebuah salon kecantikan di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Petugas membuntutinya saat ia keluar dari markasnya di Kampung Bahari menuju lokasi penangkapan tersebut. Penangkapan ini menjadi pencapaian penting mengingat peran vitalnya dalam peredaran narkotika skala besar.
Pascapenangkapan Bos Gendut, BNN berkolaborasi dengan Polda Metro Jaya langsung menggelar operasi pembersihan skala besar di Kampung Bahari. Namun, operasi tersebut sempat mendapatkan perlawanan sengit dari para loyalis dan kaki tangan pelaku yang mencoba menghalangi jalannya penegakan hukum. Akibat bentrokan tersebut, seorang anggota kepolisian dilaporkan mengalami luka di bagian bawah mata akibat lemparan benda keras.
Meski sempat mendapat perlawanan dari massa pendukung pelaku, BNN menegaskan tidak akan mundur selangkah pun. Pihak berwenang menekankan bahwa Kampung Bahari akan terus menjadi target operasi pembersihan narkoba secara berkala, karena diduga masih ada beberapa nama besar lain yang bercokol dan menjalankan bisnis gelap di kawasan tersebut.








