Revolusi Sanitasi Jakarta Pusat: Tangki Septik Komunal Angkat Kualitas Hidup Warga Cempaka Baru

JAKARTA, KotaKita – Dalam upaya berkelanjutan mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang sehat dan berkelanjutan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat melalui Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) tengah gencar melaksanakan program peningkatan sanitasi dasar bagi warganya. Program krusial ini berfokus pada pembangunan infrastruktur tangki septik komunal di Kelurahan Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, sebuah langkah nyata menuju pencapaian target Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan (BABS) pada tahun 2030.

Proyek vital ini, yang telah dimulai pada 16 Oktober, direncanakan rampung pada 15 Desember 2026. Pembangunan empat titik tangki septik komunal ini dirancang untuk melayani kebutuhan sanitasi primer bagi setidaknya 21 rumah tangga yang sebelumnya belum memiliki akses ke fasilitas MCK (Mandi, Cuci, Kakus) yang layak. Inisiatif ini menandai komitmen serius pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan sanitasi yang masih menjadi tantangan di sejumlah permukiman padat penduduk.

Read More

Wintha Frilliana, Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Cempaka Baru, menyambut baik program ini dengan antusiasme tinggi. “Setiap program pembangunan tangki septik komunal adalah langkah maju yang kami sambut gembira. Ini adalah pilar penting dalam misi kami mengurangi angka warga yang masih terpaksa buang air besar di sembarang tempat, sekaligus meningkatkan taraf kesehatan lingkungan secara menyeluruh,” ujar Wintha.

Menurut Wintha, program ini merupakan tindak lanjut konkret dari visi ODF yang ditargetkan merata di seluruh wilayah DKI Jakarta pada 2030. Koordinasi teknis yang intensif dengan pelaksana proyek terus dilakukan untuk memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai jadwal dan spesifikasi dalam Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK). Harapannya, proyek ini dapat menjadi model bagi wilayah lain yang masih menghadapi isu serupa, dengan potensi perluasan jangkauan melalui alokasi anggaran Sudin SDA maupun dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Pentingnya partisipasi aktif masyarakat juga ditekankan. Wintha berharap warga dapat memelihara dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun pemerintah ini secara optimal. “Warga harus menjaga fasilitas ini sesuai fungsinya, termasuk tidak membuang sampah ke dalam instalasi tangki septik. Pemeliharaan yang baik adalah kunci keberlanjutan infrastruktur ini,” pesannya.

Meski disambut positif, proyek ini tidak lepas dari tantangan. Hasanudin Moni, Ketua RW 03 Cempaka Baru, menyampaikan apresiasinya namun juga menyoroti kendala teknis. “Kami sangat berterima kasih atas fasilitas ini yang akan menciptakan lingkungan permukiman yang lebih sehat. Namun, ada tiga rumah warga di wilayah kami yang belum dapat terhubung dengan jaringan tangki septik komunal ini, utamanya karena keterbatasan lokasi atau kontur tanah yang tidak memungkinkan,” ungkap Hasanudin.

Hasanudin pun menaruh harapan besar kepada Wali Kota Jakarta Pusat untuk mencarikan solusi alternatif bagi ketiga rumah tersebut, kemungkinan berupa bantuan pembangunan tangki septik individual. “Kami berharap ada solusi agar target bebas BABS di wilayah kami dapat tercapai seratus persen, tanpa ada satupun warga yang tertinggal dari akses sanitasi layak,” tegasnya.

Kolaborasi sinergis antara pemerintah, pengelola wilayah, dan masyarakat merupakan fondasi utama dalam mempercepat terwujudnya standar sanitasi universal di Jakarta Pusat. Langkah ini bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan juga investasi jangka panjang dalam kesehatan publik, kebersihan lingkungan, dan kualitas hidup warga, sejalan dengan ambisi Jakarta sebagai megapolitan yang tangguh dan modern.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *