Astera Primanto Bhakti: Profil Lengkap Arsitek Fiskal Baru di Pucuk Kemenkeu

JAKARTA, KotaKita.com – Kementerian Keuangan Republik Indonesia baru-baru ini kembali mengukuhkan komitmennya terhadap tata kelola fiskal yang kuat dengan penunjukan Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal. Dalam rotasi kepemimpinan strategis yang diumumkan pada Jumat (23/10), Menteri Keuangan Suahasil Nazara secara resmi melantik pria yang akrab disapa Prima ini, menempatkannya di posisi kunci yang vital bagi operasional dan koordinasi internal Kemenkeu.

Pengangkatan Astera Primanto Bhakti didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 141/TPA Tahun 2026, yang juga menyertai pelantikan sejumlah pejabat tinggi lainnya, termasuk Tri Budhianto sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan dan Nufransa Wira Sakti sebagai Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan. Penunjukan ini bukan sekadar pergantian posisi, melainkan cerminan kepercayaan atas rekam jejak Prima yang cemerlang dan penguasaannya terhadap berbagai aspek kebijakan fiskal dan administrasi keuangan negara.

Read More

Sebelum menduduki kursi Sekretaris Jenderal, Astera Primanto Bhakti telah mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Perbendaharaan sejak November 2022. Posisinya sebelumnya sebagai nahkoda utama di Ditjen Perbendaharaan memberikan pemahaman mendalam tentang pengelolaan kas negara, pelaksanaan anggaran, dan mekanisme pembayaran yang menjadi tulang punggung keuangan pemerintah. Ia menggantikan Robert Leonard Marbun, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.

Lahir di Jakarta pada 20 Januari 1968, perjalanan pendidikan Astera Primanto Bhakti menjadi fondasi kuat bagi kariernya. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Jenderal Soedirman pada tahun 1990, sebelum kemudian memperdalam ilmunya di Amerika Serikat. Pada tahun 1997, ia berhasil menyelesaikan program magister di bidang Perpajakan (Master of Taxation) dari University of Denver, bekal penting yang membentuk perspektifnya dalam kebijakan fiskal global.

Karier birokratnya dimulai pada tahun 1992 sebagai Penata Muda, dengan sebagian besar perjalanannya di awal berpusat pada Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Prima menduduki berbagai posisi strategis yang berkaitan dengan administrasi perpajakan, penyusunan peraturan, hingga kerja sama perpajakan internasional. Perannya meliputi Kepala Bidang Administrasi dan Kerja Sama Perpajakan DJP (2004), Kepala Subdirektorat Peraturan Pajak Penghasilan (2006), hingga Kepala Subdirektorat Perjanjian dan Kerja Sama Perpajakan Internasional (2009).

Fleksibilitas dan kapasitas kepemimpinannya teruji saat ia beralih ke Badan Kebijakan Fiskal (BKF) pada tahun 2012 sebagai Kepala Pusat Kebijakan Pendapatan Negara. Kemampuannya dalam merumuskan kebijakan fiskal kemudian diakui melalui pengangkatannya sebagai Staf Ahli Bidang Penerimaan Negara pada Februari 2015, dan kemudian sebagai Staf Ahli Kebijakan Penerimaan Negara pada September di tahun yang sama. Pengalamannya semakin meluas dengan menjabat Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) pada Januari 2017, serta pernah menjadi Pelaksana Tugas Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sebelum di Dirjen Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti juga pernah memimpin Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) sebagai Direktur Jenderal sejak Juni 2018. Rangkaian pengalaman ini menunjukkan kapasitasnya yang menyeluruh, tidak hanya pada aspek penerimaan dan pengeluaran, tetapi juga pada harmonisasi kebijakan fiskal pusat dan daerah.

Di luar jabatan struktural di Kemenkeu, Prima juga aktif sebagai komisaris di beberapa entitas strategis negara, seperti PT Semen Indonesia, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Indosat Ooredoo, serta PT Mineral Industri Indonesia (Persero) atau MIND ID. Pengalamannya sebagai pakar kebijakan pajak dan pengelolaan belanja publik untuk pembangunan berkelanjutan di Komisi Ekonomi dan Sosial PBB untuk Asia dan Pasifik (UN ESCAP) pada 2016-2018 juga menegaskan kapasitasnya di kancah internasional. Dedikasi Prima terhadap pembelajaran berkelanjutan juga terlihat dari partisipasinya dalam program pendidikan eksekutif di institusi kelas dunia seperti Harvard Kennedy School, Wharton Executive Education, dan The London School of Economics and Political Science (LSE).

Penunjukan Astera Primanto Bhakti sebagai Sekretaris Jenderal Kemenkeu diharapkan mampu membawa sinergi dan efisiensi yang lebih besar dalam mendukung visi dan misi Kemenkeu. Dengan rekam jejak yang solid dan pemahaman mendalam tentang seluk-beluk keuangan negara, ia siap menjadi salah satu arsitek utama dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *