JAKARTA – Menjelang dua tahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada Oktober 2026, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mengukuhkan posisinya sebagai pilar utama dalam akselerasi pembangunan ekonomi nasional. Dengan berlandaskan pada agenda pembangunan Asta Cita, BRI secara konsisten memperluas jangkauan dan dampak program-programnya, menitikberatkan pada penguatan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan.
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, menegaskan bahwa strategi bisnis perseroan selaras dengan prioritas pemerintah, terutama dalam memperkokoh fondasi ekonomi masyarakat. “Kami berkomitmen penuh untuk menerjemahkan program-program strategis pemerintah menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat langsung, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta ketahanan pangan,” ujar Hery.
Mendorong Roda Ekonomi Kerakyatan Melalui UMKM
Dukungan BRI terhadap sektor UMKM merupakan inti dari kontribusinya. Hingga triwulan II 2026, portofolio kredit UMKM BRI mencapai angka fantastis Rp1.235,4 triliun, merepresentasikan 75,1 persen dari total portofolio kredit bank. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari jutaan kesempatan usaha yang tercipta, peningkatan produktivitas, dan penguatan daya saing UMKM di berbagai penjuru negeri.
Selain itu, BRI juga menjadi garda terdepan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hingga September 2026, KUR BRI telah menjangkau 2,7 juta debitur dengan total realisasi Rp167,01 triliun. Penyaluran ini secara signifikan berorientasi pada sektor produktif, dengan pertanian, perburuan, dan kehutanan menerima porsi terbesar, yakni 42,82 persen. Ini menandakan fokus yang kuat pada penguatan sektor-sektor vital yang menopang kehidupan banyak masyarakat.
Memperkuat Ketahanan Pangan dan Pembangunan Desa
Sejalan dengan Asta Cita kedua yang mengedepankan swasembada pangan, BRI secara aktif memperluas akses pembiayaan produktif di sektor pertanian, mencapai Rp239,46 triliun. Dukungan ini esensial untuk meningkatkan kapasitas petani, mendorong inovasi, dan mengoptimalkan hasil produksi yang pada akhirnya berkontribusi pada stabilitas pangan nasional.
Tidak hanya itu, BRI juga giat memberdayakan masyarakat di tingkat desa melalui program-program inovatif. Inisiatif seperti Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 6.351 desa, sementara program KlasterkuHidupku berhasil membina lebih dari 45 ribu klaster usaha. Platform digital linkUMKM dan 54 Rumah BUMN juga menjadi wadah strategis untuk pelatihan dan pengembangan UMKM, memperkuat ekosistem bisnis lokal.
Inklusi Keuangan dan Kesejahteraan Sosial Menyeluruh
Melalui Holding Ultra Mikro yang bersinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dan PT Pegadaian, BRI telah berhasil melayani 33,8 juta debitur aktif dan mengelola 166 juta rekening simpanan mikro. Ekosistem ini tidak hanya memperluas akses keuangan formal, tetapi juga berhasil “menaikan kelas” sekitar 2,3 juta debitur, membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi jutaan masyarakat ultra mikro.
Di samping itu, kontribusi BRI juga meluas ke sektor perumahan rakyat. Melalui penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi, terutama skema FLPP, BRI telah membantu lebih dari 144 ribu debitur memiliki hunian layak dengan total Rp19,81 triliun. Dukungan ini krusial dalam memenuhi salah satu kebutuhan dasar masyarakat dan mendorong pemerataan kesejahteraan.
Hery Gunardi menegaskan, “BRI akan terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pemerintah, memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indonesia.”








