Kabut Asap Lumpuhkan Sebagian Operasional Bandara Palembang: Empat Penerbangan Terdampak Jarak Pandang Kritis

PALEMBANG – Operasional penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang menghadapi tantangan signifikan pada Selasa pagi menyusul meluasnya fenomena kabut asap. Kondisi ini menyebabkan jarak pandang horisontal menurun drastis, memaksa penyesuaian jadwal bagi sedikitnya empat penerbangan krusial.

General Manager Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Ahmad Syaugi Shahab, mengungkapkan bahwa pada puncaknya, jarak pandang di area bandara sempat mencapai level kritis, yakni hanya 450 meter. Situasi ini, yang berlangsung hingga pukul 08.30 WIB, secara langsung memengaruhi kelancaran lalu lintas udara di gerbang utama Sumatera Selatan tersebut. “Kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dengan sangat cermat dan berkoordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Prioritas utama kami adalah memastikan setiap operasional penerbangan tetap mengutamakan keselamatan penumpang dan awak pesawat,” tegas Syaugi di Palembang.

Read More

Penurunan jarak pandang akibat kabut asap ini tidak hanya berdampak pada satu atau dua jadwal, melainkan mencakup total empat penerbangan. Dari jumlah tersebut, tiga di antaranya merupakan penerbangan keberangkatan, sementara satu lainnya adalah penerbangan kedatangan. Dua penerbangan keberangkatan tercatat mengalami keterlambatan yang substansial. Penerbangan ID7054 dengan rute Palembang-Halim Perdanakusuma, yang sedianya lepas landas pukul 09.00 WIB, baru dapat direalisasikan pada pukul 09.41 WIB. Demikian pula dengan penerbangan IU302 rute Palembang-Pangkalpinang yang dijadwalkan pukul 09.10 WIB, baru bisa terbang pada pukul 09.33 WIB.

Selain dua penerbangan yang mengalami penundaan, dua jadwal lainnya juga masuk dalam pantauan ketat pihak bandara. Ini termasuk penerbangan GA107 dengan rute Palembang-Jakarta yang merupakan penerbangan keberangkatan, serta GA102 yang merupakan penerbangan kedatangan dari Jakarta menuju Palembang. Meskipun tidak secara eksplisit disebut mengalami keterlambatan parah pada periode puncak kabut, pemantauan ini menunjukkan keseriusan manajemen bandara dalam mengelola risiko operasional.

Kondisi atmosfer di Palembang, khususnya di sekitar area bandara, berangsur membaik seiring berjalannya siang hari. Pada pukul 11.31 WIB, data menunjukkan bahwa jarak pandang telah meningkat secara signifikan, mencapai 1.500 meter. Perbaikan ini memungkinkan operasional penerbangan untuk kembali berjalan lebih lancar, meskipun kewaspadaan tinggi tetap diterapkan. Fenomena kabut asap, yang kerap melanda wilayah Sumatera dan Kalimantan pada musim kemarau, seringkali menjadi tantangan berulang bagi sektor transportasi, khususnya penerbangan.

Manajemen Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menggarisbawahi pentingnya adaptasi dan respons cepat terhadap perubahan kondisi lingkungan. Koordinasi erat dengan AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi kunci dalam memastikan setiap keputusan operasional didasarkan pada data akurat dan standar keselamatan tertinggi. Insiden ini sekali lagi mengingatkan tentang urgensi penanganan masalah kabut asap secara komprehensif, tidak hanya dari segi kesehatan masyarakat tetapi juga dampak ekonominya terhadap sektor-sektor vital seperti penerbangan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *