Pulau Dewata diguncang kekhawatiran terkait pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite, yang memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Situasi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, namun pihak berwenang segera bergerak cepat untuk memberikan klarifikasi dan jaminan.
Gubernur Bali, I Wayan Koster, tampil ke publik untuk menenangkan masyarakat. Ia menegaskan bahwa ketersediaan pasokan BBM di depo utama Bali, yakni Depo Manggis di Karangasem dan Depo Pesanggaran di Denpasar, berada dalam kondisi yang memadai. “Pasokannya cukup tersedia di depo, di Manggis dan di Pesanggaran hari ini hadir,” ujar Koster. Ia menjelaskan bahwa kendala utama bukan pada stok, melainkan pada proses distribusi dari depo ke SPBU yang terkadang tidak mulus akibat kondisi lalu lintas.
Koster menduga kuat bahwa fenomena antrean panjang yang terjadi adalah dampak dari ‘panic buying’ atau aksi pembelian berlebihan oleh warga yang khawatir kehabisan stok. “Suplainya (BBM) ke SPBU itu habis, karena kebanyakan warga mengisi kendaraannya,” imbuhnya. Gubernur pun mengimbau agar masyarakat tidak perlu panik, karena ia memastikan pasokan akan kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan, menjamin keamanan suplai BBM untuk Bali.
Tidak hanya dari pemerintah daerah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus juga mengambil langkah konkret untuk memperkuat pasokan. Melalui keterangan resminya, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan bahwa Pertamina telah menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap. Total muatan yang akan tiba mencapai 26.200 kiloliter (KL) pada tanggal 12, 14, dan 16 Oktober. Kedatangan kapal ini membawa 18 ribu KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax, yang akan mempercepat distribusi dari terminal BBM ke berbagai SPBU di Bali.
Pertamina terus mengoptimalkan penyaluran ke SPBU dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di setiap wilayah. Dengan rata-rata konsumsi Pertalite di Bali sekitar 2.200 KL per hari, perencanaan pasokan dilakukan secara cermat untuk memastikan keberlanjutan. Evaluasi kebutuhan juga terus dilakukan secara berkelanjutan untuk merespons dinamika di lapangan.
Untuk menjaga ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas di sekitar SPBU yang mengalami antrean panjang, Polsek Denpasar Selatan juga mengerahkan personelnya. Kapolsek Denpasar Selatan, Kompol Agus Adi Apriyoga, menyatakan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan untuk mengatur antrean kendaraan, mengantisipasi kemacetan, dan memastikan kegiatan pengisian BBM berlangsung tertib dan aman. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang, bersabar, dan mengikuti arahan petugas, serta mencari alternatif SPBU lain jika salah satu SPBU sedang kosong.
Dengan sinergi antara pemerintah provinsi, Pertamina, dan aparat kepolisian, diharapkan keresahan masyarakat Bali akan mereda dan pasokan BBM dapat kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat, memastikan stabilitas energi di salah satu destinasi wisata utama Indonesia ini.








