Langkah awal tim nasional tenis meja putri Indonesia di ajang bergengsi Asian Games Aichi-Nagoya 2026 harus menemui jalan terjal. Bertanding di Sky Hall Toyota, Jepang, skuad Merah Putih terpaksa mengakui ketangguhan tim tangguh India dengan skor telak 0-3 dalam laga perdana Grup F yang berlangsung pada hari Minggu.
Kekalahan ini menjadi catatan evaluasi besar bagi tim Indonesia untuk menjaga asa lolos ke babak berikutnya. Kendati telah memberikan perlawanan maksimal, dominasi para atlet India masih sulit untuk dibendung sepanjang pertandingan.
Pada partai pembuka, Indonesia menurunkan Ni Maharani untuk menghadapi tunggal putri India, Sreeja Akula. Maharani sebenarnya sempat memberikan harapan setelah berhasil mencuri gim kedua dengan skor 11-8, menyamakan kedudukan usai kalah 3-11 di gim pertama. Namun, konsistensi Akula terbukti sulit ditembus. Pemain India tersebut sukses merebut dua gim berikutnya dengan skor identik 11-4 dan 11-4, sekaligus membawa India memimpin 1-0.
Bertekad menyamakan kedudukan, Indonesia menurunkan Almaira Nebuchadnezzar di partai kedua untuk meladeni tantangan Diya Chitale. Pertarungan sengit sempat terjadi di awal-awal gim, di mana Almaira mencoba menekan pertahanan lawan dengan variasi pukulan. Sayangnya, Chitale tampil lebih solid dan tenang dalam mengamankan poin-poin kritis. Almaira akhirnya menyerah tiga gim langsung dengan skor ketat 9-11, 8-11, dan 5-11, yang membuat India memperlebar keunggulan menjadi 2-0.
Memasuki partai ketiga yang krusial, beban berat dipikul oleh Citra Rasmi yang berhadapan dengan Yashaswini Ghorpade. Citra tampil impresif di gim pertama dan memaksa jalannya laga berlangsung ketat sebelum akhirnya kalah tipis 10-12. Kehilangan momentum di gim pertama membuat performa Citra agak menurun pada gim berikutnya. Ghorpade pun mendominasi dua gim sisa dengan skor telak 11-4 dan 11-4, sekaligus mengunci kemenangan mutlak 3-0 untuk India.
Dengan format pertandingan beregu yang mencari tiga kemenangan terlebih dahulu (best of five), dua partai sisa secara otomatis tidak perlu dimainkan. Kini, tim putri Indonesia harus segera bangkit dan berjuang lebih keras pada laga-laga selanjutnya di Grup F demi menjaga peluang menembus fase gugur Asian Games 2026.








