Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI telah resmi mengukir sejarah baru di kota Semarang, Jawa Tengah. Acara yang berakhir pada Sabtu malam, 19 September, bukan hanya sukses sebagai tuan rumah, namun juga menjadi panggung pembuktian bagi kafilah Jawa Tengah yang berhasil melesat ke posisi juara II. Sebuah lompatan spektakuler dari peringkat ke-16 di ajang sebelumnya, prestasi ini menjadi bukti nyata kerja keras dan dedikasi yang tak kenal lelah dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dengan bangga menyampaikan rasa syukurnya atas capaian luar biasa ini. “Alhamdulillah, Jawa Tengah sukses besar. Dari peringkat 16, kini kita berada di posisi kedua nasional. Ini adalah buah dari usaha luar biasa dari seluruh elemen,” ujarnya pasca penutupan di Lapangan Pancasila, Simpanglima. Keberhasilan ini, lanjut Luthfi, tak lepas dari bimbingan intensif Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen selaku Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Jawa Tengah. Kafilah telah menjalani pembinaan, pelatihan, dan pengasraman yang serius demi mencapai performa terbaik di setiap cabang perlombaan.
Tak hanya berprestasi di panggung kompetisi, Jawa Tengah juga menuai pujian atas kesuksesannya sebagai tuan rumah. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, turut mengapresiasi penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI yang dinilai sangat baik dan profesional. “Ini adalah bukti bahwa di mana ada usaha, di situ pasti ada hasil, di mana ada perjuangan di situ ada janji yang sangat disimpan,” tegas Nasaruddin. Ia secara khusus menyoroti minimnya isu atau protes terkait penyelenggaraan dan kinerja dewan hakim, yang menjadi tolok ukur integritas sebuah perhelatan besar. Hal ini menunjukkan kolaborasi apik antara pemerintah provinsi, Kota Semarang, dan seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Inovasi juga menjadi sorotan utama, dengan diperkenalkannya cabang-cabang lomba yang memanfaatkan teknologi modern, seperti kaligrafi berbasis IT. Keberagaman kategori ini tidak hanya menunjukkan adaptasi terhadap perkembangan zaman, tetapi juga memperkaya khazanah MTQ itu sendiri. “Selamat untuk perhelatan MTQ Nasional yang luar biasa ini. Saya kira pemerintah provinsi Jawa Tengah sudah langsung hilang capeknya karena terjadi prestasi yang luar biasa,” tambah Nasaruddin, memuji kinerja panitia dan pemerintah provinsi atas pencapaian ganda sebagai penyelenggara dan peraih juara umum.
Keberhasilan ini semakin lengkap dengan catatan rekor MURI yang disematkan kepada penyelenggaraan MTQ Nasional di Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang. Sebuah pengakuan atas standar penyelenggaraan yang luar biasa, diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi provinsi lain di masa mendatang, termasuk DKI Jakarta yang akan menjadi tuan rumah MTQ Nasional XXXII pada tahun 2027.
Menatap ke depan, Nasaruddin Umar berharap Jawa Tengah tidak hanya mempertahankan prestasi gemilangnya, namun juga termotivasi untuk meraih gelar juara umum di ajang berikutnya. “Jawa Tengah sangat potensial, di sini kota pesantren dan potensi-potensi kandidat juara itu banyak sekali,” pungkasnya. Kisah inspiratif ini adalah penanda bahwa dengan semangat, persiapan matang, dan kolaborasi yang kuat, prestasi tertinggi dapat diraih, sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah nasional dalam menjaga dan melestarikan syiar Al-Qur’an.








