Strategi Luhut Lobi China Soal Utang Whoosh dan Rencana Rute Surabaya

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, kembali melakukan langkah strategis dalam diplomasinya dengan China. Kali ini, fokus utamanya adalah membahas mekanisme pembayaran dan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Whoosh. Pertemuan krusial tersebut dilakukan langsung bersama Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional (NDRC) China, Zheng Shanjie, di Beijing.

Luhut menegaskan pentingnya penyelesaian teknis terkait pembayaran utang ini agar tidak membebani keuangan negara secara berlarut-larut. Langkah diplomasi ini diklaim telah mendapatkan lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto serta dikoordinasikan secara matang dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan jajaran Kementerian Keuangan.

Read More

Sebagai informasi, skema restrukturisasi utang Whoosh direncanakan menggunakan mekanisme cicilan sekitar Rp1 triliun per tahun dengan tenor panjang hingga 80 tahun. Skema ini dinilai relatif ringan dan realistis untuk ditangani oleh kas negara. Di sisi lain, pemerintah Indonesia juga berencana mengambil alih kepemilikan saham mayoritas sebesar 60 persen di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), yang selama ini dikuasai oleh konsorsium BUMN melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

Selain membahas masalah utang, Luhut juga mengungkapkan respons positif dari pihak China mengenai rencana jangka panjang perpanjangan rute Whoosh hingga ke Surabaya. Menurutnya, kehadiran Whoosh telah mengubah gaya hidup mobilitas masyarakat Jakarta-Bandung secara signifikan. Keberlanjutan proyek ambisius ini nantinya diharapkan akan dikawal oleh menteri koordinator teknis yang ditunjuk langsung oleh Presiden Prabowo.

Saat ini, proses pengambilalihan pengelolaan KCIC oleh Kementerian Keuangan terus berjalan melalui tahap due diligence dan evaluasi nilai saham. Langkah terintegrasi ini diharapkan mampu memperkuat posisi fiskal Indonesia sekaligus memastikan operasional Whoosh berjalan optimal tanpa kendala finansial di masa depan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *