Luar Biasa! Santri Penghafal Al-Qur’an Asal Makassar Temukan Celah Keamanan NASA

Prestasi luar biasa kembali diukir oleh anak bangsa di kancah internasional. Muhammad Al Hindawi, seorang santri penghafal (hafiz) 30 juz Al-Qur’an dari Pondok Pesantren Al Imam Ashim di Makassar, Sulawesi Selatan, sukses menggegerkan dunia teknologi. Pemuda berbakat ini berhasil menemukan celah keamanan tingkat kritis (critical vulnerability) pada sistem milik badan antariksa Amerika Serikat, NASA, serta University of Melbourne di Australia.

Hebatnya lagi, keahlian tingkat tinggi di bidang keamanan siber (cybersecurity) ini diperoleh Hindawi secara otodidak hanya dalam waktu sekitar empat hingga lima bulan belajar. Kemampuan luar biasa ini membuktikan bahwa latar belakang pendidikan agama sama sekali tidak membatasi seseorang untuk menguasai teknologi informasi mutakhir.

Read More

Celah keamanan yang ditemukan oleh Hindawi berjenis SQL Injection, sebuah metode eksploitasi database yang sangat berbahaya jika jatuh ke tangan pihak yang tidak bertanggung jawab. Hindawi menemukan dua celah kritis pada sistem NASA dan satu celah pada jaringan University of Melbourne. Alih-alih menyalahgunakan temuan tersebut untuk keuntungan pribadi, ia memilih jalur etis dengan melaporkannya melalui program resmi Vulnerability Disclosure Program (VDP) di platform Bugcrowd.

Dalam menjelaskan proses penemuannya, Hindawi membagikan metode taktis yang ia gunakan saat melakukan pemetaan sistem (reconnaissance). Ia memanfaatkan peralatan seperti Subfinder untuk mengumpulkan subdomain aktif, kemudian menganalisis respons sistem menggunakan httpx guna menyaring target yang memiliki kerentanan spesifik terhadap serangan SQL Injection.

Laporan yang diajukan oleh Hindawi telah divalidasi dan diakui secara resmi oleh tim keamanan siber dari kedua institusi dunia tersebut. Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pentingnya dalam menjaga keamanan data mereka, Hindawi dianugerahi penghargaan resmi berupa Letter of Recognition (LOR) dari NASA.

Sebelum berhasil menembus sistem keamanan lembaga global, Hindawi mengawali langkahnya dengan menguji sistem keamanan di pondok pesantren tempat ia belajar. Dengan ketekunan belajar mandiri melalui video tutorial dan artikel riset para pakar siber dunia, santri kelas 12 ini kini berkomitmen untuk terus memperdalam pengetahuannya di bidang pertahanan digital nasional.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *