JAYAWIJAYA — Aparat kepolisian yang tergabung dalam Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 bergerak cepat mengusut insiden tragis penembakan yang menewaskan tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Berdasarkan keterangan saksi kunci yang selamat serta bukti-bukti di lokasi kejadian, polisi menyatakan telah berhasil mengantongi ciri-ciri para pelaku yang diduga kuat merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo, menjelaskan bahwa identifikasi awal didapatkan usai penyidik memeriksa saksi korban di Polres Jayawijaya. Dari keterangan tersebut, kelompok penyerang diperkirakan berjumlah delapan orang dengan membawa senjata api laras panjang. Tim gabungan kini tengah melakukan pengejaran intensif di lapangan untuk meringkus kelompok bersenjata tersebut.
Saat menggelar Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), tim identifikasi menemukan sejumlah bukti krusial. Petugas mengamankan tiga selongsong peluru, yakni dua selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter yang biasa digunakan untuk senjata laras panjang, serta satu selongsong kaliber 9 milimeter dari senjata laras pendek. Selain itu, bercak darah yang tertinggal di lokasi turut diamankan sebagai bahan analisis forensik lebih lanjut.
Guna memperkuat proses penegakan hukum dan menjaga stabilitas keamanan warga sekitar, Satgas Damai Cartenz mengerahkan 50 personel tambahan yang digeser dari Timika menuju Jayawijaya. Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Faizal Ramadhani, menegaskan pihak kepolisian berkomitmen penuh mengusut tuntas kasus penembakan ini hingga para pihak yang bertanggung jawab diproses secara hukum.
Sementara itu, proses pemulangan jenazah ketiga korban terus dilakukan. Salah satu jenazah atas nama Willi Mbuik dipulangkan menuju Kupang, Nusa Tenggara Timur. Sementara dua korban lainnya, Aprida Rapi dan Alfonsius Albinus Mehan, disemayamkan dan disiapkan untuk diterbangkan ke kampung halaman masing-masing di Toraja dan Maumere. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat Jayawijaya agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan.








