Tragedi kemanusiaan kembali mengguncang wilayah Papua Pegunungan. Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Kabupaten Jayawijaya dilaporkan gugur setelah menjadi korban penembakan brutal yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Insiden berdarah ini terjadi di wilayah Muliama saat para korban tengah dalam perjalanan dinas untuk melakukan peninjauan program ketahanan pangan setempat.
Peristiwa nahas tersebut berlangsung pada Rabu (9/9) sekitar pukul 15.53 WIT. Rombongan Dinas Pertanian Jayawijaya yang berjumlah 11 orang tengah melakukan perjalanan darat dari Wamena menuju Muliama. Tujuan utama perjalanan tersebut adalah untuk memantau langsung pelaksanaan kegiatan cetak sawah. Namun, di tengah jalan, rombongan ini mendadak disergap dan dihujani tembakan oleh kelompok bersenjata.
Pihak kepolisian telah mengidentifikasi ketiga korban yang meninggal dunia. Korban pertama adalah Aprida Rapi, Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, yang meninggal di lokasi kejadian akibat luka tembak di bagian perut. Korban kedua, Alfonsius Albinus Mehan, seorang dokter hewan dari Dinas Kesehatan Jayawijaya, juga mengembuskan napas terakhir di tempat akibat luka tembak serius di kepala dan tangan kiri.
Sementara itu, korban ketiga bernama Willi Mbuik yang merupakan seorang calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) berusia 24 tahun. Willi sempat dilarikan ke RSUD Wamena karena mengalami luka tembak di pinggang kanan, namun nyawanya tidak tertolong setelah mendapatkan penanganan medis darurat.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo, menegaskan bahwa tim gabungan dari Satgas Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya segera dikerahkan ke tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengamanan ketat dan olah TKP. Petugas juga menyisir area sekitar Puskesmas Muliama untuk melacak keberadaan pelaku.
Sejauh ini, polisi telah mengamankan delapan orang saksi yang merupakan bagian dari rombongan yang selamat untuk dimintai keterangan. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, aksi keji ini diduga kuat dilakukan oleh faksi KKB yang berasal dari wilayah Nduga. Aparat keamanan kini terus mendalami motif penyerangan serta mengumpulkan bukti penting guna memburu para pelaku.








