Aksi nekat pencurian instalasi kabel milik PT PLN (Persero) kembali memicu keresahan masyarakat. Peristiwa kriminal ini terjadi di kawasan Munjul, Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis dini hari. Akibat ulah tak bertanggung jawab tersebut, pasokan listrik ke sejumlah rumah warga sempat terputus total sebelum akhirnya berhasil ditangani oleh tim teknis PLN.
Insiden bermula ketika warga sekitar mendapati pemadaman aliran listrik secara mendadak. Merasa ada hal yang tidak wajar, beberapa warga berinisiatif melakukan pemeriksaan di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Kecurigaan warga terbukti saat menemukan aktivitas mencurigakan di area gardu listrik Malaka.
Para pelaku yang tepergok sedang memotong dan memindahkan kabel jaringan tegangan rendah langsung panik ketika diteriaki oleh warga. Tanpa berpikir panjang, kawanan pencuri tersebut melarikan diri menggunakan sebuah kendaraan roda empat menuju arah Jalan Alternatif Cibubur, Ciracas. Meski sempat terjadi aksi pengejar-ejan oleh massa, para pelaku berhasil meloloskan diri dari kepungan.
Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Ciracas, Feri Asmoro Hermanto, membenarkan adanya gangguan pasokan listrik yang dipicu oleh tindakan pencurian material kelistrikan ini. Setelah menerima informasi dari lapangan, pihak PLN langsung menerjunkan tim tanggap darurat untuk melakukan inspeksi lokasi dan perbaikan.
Petugas PLN segera mengganti material kabel yang raib digondol pelaku. Berkat penanganan cepat di lapangan, seluruh perbaikan berhasil diselesaikan dan pasokan listrik bagi pelanggan yang terdampak kembali pulih secara normal pada pukul 07.36 WIB.
Menanggapi kejadian ini, manajemen PLN mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut serta menjaga keandalan fasilitas publik dan aset kelistrikan nasional. Warga diminta untuk tidak ragu melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan di sekitar jaringan PLN kepada pihak berwajib atau melalui saluran resmi PLN. Di sisi lain, jajaran Polsek Cipayung telah menerima informasi terkait kejadian viral ini dan tengah mengumpulkan data untuk menyelidiki serta mendeteksi keberadaan para pelaku.








