Pandeglang — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap lima orang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau kini memasuki fase krusial. Tim SAR Gabungan secara masif memperluas area penyisiran di perairan Selat Sunda dengan melibatkannya kekuatan tambahan dari Basarnas Lampung.
Langkah perluasan jangkauan ini diambil berdasarkan hasil analisis peta navigasi SAR (Map SAR) terbaru. Pergerakan arus laut dan prediksi pergeseran objek mengarah ke sisi barat daya Gunung Anak Krakatau, sehingga total cakupan wilayah pencarian kini membentang hingga 271 nautical mile (NM).
Kasi Ops Basarnas Banten, Riski Dwi, menjelaskan bahwa strategi pencarian telah dibagi secara teknis ke dalam lima unit penyelamat atau Search and Rescue Unit (SRU). Pembagian ini bertujuan agar penyisiran dapat berlangsung lebih efektif dan merata di titik-titik rawan.
“Untuk memaksimalkan pencarian, kami membagi tim menjadi lima SRU. SRU pertama mengerahkan KN SAR Tetuka dengan jangkauan 68 NM, sedangkan SRU kedua mengandalkan kapal KAL Anyer milik TNI AL untuk menyisir area sejauh 69 NM,” ujar Riski Dwi saat memberikan keterangan resmi di Banten.
Sementara itu, personel Basarnas Lampung yang tergabung dalam SRU ketiga mengoperasikan kapal cepat Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 dan 03 untuk memantau zona seluas 67 NM. Adapun SRU kelima menerjunkan KP Sanjaya milik Polairud Polda Banten dengan radius jelajah yang sama.
Fokus khusus juga diberikan oleh SRU keempat yang mengandalkan RIB 02 Banten. Tim ini bertugas melakukan penyisiran intensif di sepanjang garis pantai Pulau Rakata, Pulau Panjang, serta gugusan pulau kecil di sekitarnya. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kapal yang ditumpangi para jurnalis terdampar akibat cuaca buruk atau gangguan mesin.
Di tempat terpisah, suasana haru menyelimuti Posko Pencarian yang didirikan di kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten. Sejumlah anggota keluarga dan rekan sesama jurnalis mulai memadati posko untuk menunggu kabar terbaru. Pihak Basarnas memastikan koordinasi berkala terus dilakukan agar keluarga mendapatkan informasi tepercaya secara langsung mengenai perkembangan operasi di lapangan.








