Erupsi aktif Gunung Anak Krakatau memicu penutupan sejumlah bandar udara dan berdampak langsung pada kelancaran ibadah umrah. Berdasarkan data terbaru dari Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (HIMPUH), sebanyak 1.007 jemaah dari berbagai Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) kini mengalami kendala keberangkatan maupun kepulangan.
HIMPUH mengidentifikasi empat kelompok jemaah yang paling terdampak oleh situasi darurat ini. Kelompok pertama adalah jemaah yang gagal terbang dan tertahan di bandara asal. Kedua, jemaah yang tertahan di Arab Saudi sehingga harus memperpanjang masa tinggal. Ketiga, jemaah yang terjebak di negara transit, serta keempat, jemaah yang penerbangannya terpaksa dialihkan ke bandara alternatif.
Kondisi force majeure ini menimbulkan efek domino yang luar biasa bagi ekosistem travel umrah. Perubahan jadwal mendadak berpotensi membatalkan reservasi hotel, transportasi lokal di Arab Saudi, hingga membengkaknya biaya logistik tambahan yang tidak terduga bagi pihak travel atau Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
Guna meminimalkan dampak finansial dan operasional, HIMPUH segera menerapkan lima langkah mitigasi taktis. Upaya tersebut diawali dengan pendataan komprehensif terhadap seluruh jemaah terdampak, disusul pembentukan kanal komunikasi khusus untuk memandu para tour leader di lapangan.
Selain itu, HIMPUH juga membuka jalur komunikasi intensif dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian Agama, serta maskapai penerbangan. Langkah ini krusial untuk memangkas hambatan informasi, terutama bagi PPIU yang membeli tiket melalui agen pihak ketiga atau wholesaler.
Sebagai solusi jangka panjang, HIMPUH mendorong dibentuknya Crisis Coordination Center Umrah. Pusat koordinasi ini nantinya akan mengintegrasikan otoritas penerbangan, pengelola bandara, maskapai, dan asosiasi guna menjamin penyebaran informasi darurat berjalan cepat dan akurat.
Asosiasi juga mengimbau para agen travel untuk menahan jemaah di hotel atau daerah asal masing-masing sebelum mendapatkan kepastian resmi terkait status penerbangan terbaru dari maskapai demi menghindari penumpukan di area bandara.








