Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kini tengah menghadapi tantangan kesehatan serius menyusul lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Masalah kesehatan ini dipicu oleh sebaran kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang bertiup dari wilayah Kalimantan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Imam Syafari, mengungkapkan bahwa kabut asap kiriman lintas pulau ini telah berdampak langsung pada kualitas udara dan kesehatan masyarakat setempat. Meski secara akumulatif sempat terjadi penurunan dari 251 kasus menjadi 225 kasus pada minggu ke-33 dan ke-34, tren di tingkat akar rumput justru menunjukkan lonjakan signifikan di beberapa titik pelayanan kesehatan.
Hingga saat ini, pihak Dinas Kesehatan Natuna masih terus melakukan pendataan komprehensif di setiap unit Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Upaya pemetaan ini dilakukan untuk melihat dampak paparan asap secara lebih mendalam, termasuk mendeteksi apakah kelompok rentan seperti anak-anak sekolah turut mendominasi lonjakan kasus ISPA ini.
Berdasarkan laporan terbaru dari lapangan, tren kenaikan kasus ISPA terlihat sangat nyata di sejumlah wilayah kerja puskesmas. Sebagai contoh, di Puskesmas Kelarik, angka penderita naik dari 9 menjadi 17 kasus. Lonjakan serupa juga terjadi di Puskesmas Pulau Tiga yang naik dari 2 menjadi 6 kasus, serta Puskesmas Bunguran Tengah yang kini mencatatkan 30 kasus dari sebelumnya 23 kasus.
Kondisi memprihatinkan ini juga meluas ke wilayah lain seperti Puskesmas Bunguran Selatan yang mencatat peningkatan menjadi 30 kasus, disusul Puskesmas Serasan dengan 23 kasus, dan Puskesmas Tanjung yang naik menjadi 11 kasus. Bahkan, wilayah Suak Midai yang sebelumnya bersih dari laporan ISPA kini mendeteksi adanya 4 kasus baru.
Menyikapi situasi ini, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker pelindung juga sangat disarankan guna meminimalisasi dampak buruk dari polusi asap karhutla yang dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan warga Natuna.








