Sorotan publik kini tengah tertuju pada Anggota DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna. Foto kehadirannya di sebuah acara di Thailand mendadak viral di media sosial karena didampingi oleh seorang pria yang mengenakan seragam dinas TNI. Publik pun mempertanyakan urgensi dan legalitas pengawalan berseragam militer tersebut di luar negeri.
Menanggapi kehebohan ini, Arya Wedakarna akhirnya memberikan klarifikasi. Ia membenarkan bahwa personel TNI tersebut merupakan pengawal pribadinya yang bertugas memberikan pengamanan melekat selama perjalanannya di Thailand. Arya beralasan, situasi keamanan di Thailand saat itu dirasa cukup rawan konflik sehingga memerlukan proteksi ekstra.
“Memang itu pengawal pribadi saya untuk mengamankan. Kita tahu Thailand merupakan wilayah yang agak rawan konflik, seperti adanya isu penembakan dan perselisihan perbatasan. Jadi pengawalan itu melekat untuk memastikan keselamatan,” ujar Arya saat memberikan keterangan kepada media.
Lebih lanjut, Arya menjelaskan bahwa kunjungannya ke Negeri Gajah Putih tersebut sama sekali tidak menggunakan kapasitasnya sebagai anggota DPD RI. Ia mengklaim hadir murni sebagai tokoh budaya dan perwakilan lembaga Hindu asal Bali untuk menerima sebuah penghargaan pariwisata.
Terkait desas-desus yang mengaitkan acara tersebut dengan kontes kecantikan transpuan atau komunitas LGBT, Arya mengaku tidak mengetahuinya secara detail. Ia menegaskan fokus utamanya hanyalah menerima penghargaan atas apresiasi pihak penyelenggara terhadap promosi wisata dan budaya Bali.
Di sisi lain, Markas Besar TNI langsung bergerak cepat merespons isu sensitif ini. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Muhammad Nas, menyatakan bahwa pihaknya kini tengah melakukan investigasi internal yang mendalam.
TNI akan memeriksa secara saksama mengenai identitas prajurit yang bersangkutan, status penugasan resminya, hingga konteks legalitas mengapa pengawalan tersebut bisa dilakukan di luar wilayah hukum Indonesia. Kasus ini pun dipastikan akan menjadi bahan evaluasi ketat bagi jajaran internal TNI ke depannya.








