Sebuah insiden menegangkan sekaligus dramatis terjadi di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, ketika seorang pengemudi ojek online (ojol) nekat mengejar sebuah mobil hingga ke area lobi pusat perbelanjaan. Peristiwa yang sempat memicu kehebohan di kalangan pengunjung mal ini dipicu oleh kesalahpahaman terkait telepon genggam milik sang driver yang diduga terlindas.
Kapolsek Tebet, AKP Ichsak, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut berlangsung pada Selasa malam sekitar pukul 21.20 WIB. Kejadian bermula ketika driver ojol bernama Dendy sedang berkendara, lalu ponselnya terjatuh ke jalanan. Tak lama kemudian, ia menduga gawai miliknya itu terlindas oleh ban mobil yang melintas di dekatnya.
Merasa dirugikan, Dendy berusaha menghentikan laju mobil tersebut untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban. Namun, pengemudi mobil tampaknya tidak menyadari situasi tersebut dan terus melaju. Upaya pengejaran pun terjadi, di mana sang driver ojol sempat berteriak histeris meneriakkan kata “maling” demi menarik perhatian warga sekitar agar membantu menghentikan kendaraan tersebut.
Aksi kejar-kejaran ini berakhir di area lobi utama Mall Kota Kasablanka setelah mobil tersebut masuk melalui akses pos penjagaan kedua. Di sana, kendaraan akhirnya berhasil dihentikan oleh pengunjung lain, yang kemudian memicu adu mulut hebat antara kedua belah pihak di depan publik yang sedang ramai.
Beruntung, kesalahpahaman ini tidak berbuntut panjang ke ranah hukum. Pihak keamanan mal segera turun tangan untuk melerai keributan dan memediasi kedua belah pihak. Setelah dilakukan musyawarah, sang driver ojol menyadari kekeliruannya, menyampaikan permohonan maaf secara tertulis, dan pihak pengendara mobil memilih untuk memaafkan tanpa menuntut apa pun.
AKP Ichsak menegaskan bahwa kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi manajemen mal. Polsek Tebet tidak menerima laporan resmi karena kedua belah pihak telah sepakat berdamai. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kepala dingin dalam menyelesaikan masalah di jalan raya guna menghindari konflik yang tidak perlu.








