Aktivitas vulkanik di wilayah Indonesia kembali menunjukkan peningkatan signifikan. Dalam satu hari yang sama, sejumlah gunung api aktif di berbagai belahan Nusantara tercatat mengalami erupsi secara beruntun. Fenomena alam ini memicu kewaspadaan tinggi, di mana Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus memantau intensitas sebaran abu vulkanik serta potensi bahaya susulan.
Salah satu letusan paling menyita perhatian terjadi pada Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Gunung ini meletus dengan menyemburkan kolom abu hitam pekat setinggi 3.500 meter di atas puncak. Meningkatnya intensitas erupsi membuat status Gunung Sinabung dinaikkan secara resmi dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Warga yang berada di sekitar area hulu sungai diminta ekstra waspada terhadap ancaman bahaya banjir lahar hujan.
Aktivitas geologi serupa juga berlangsung di Jawa Timur, tepatnya pada Gunung Semeru. Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini tercatat mengalami empat kali erupsi pada waktu pagi, meluncurkan abu vulkanik berwarna putih hingga kelabu setinggi 900 meter yang terbawa angin ke arah barat laut.
Di kawasan timur Indonesia, Gunung Ibu yang berada di Halmahera Barat, Maluku Utara, menjadi yang paling aktif dengan catatan enam kali erupsi berturut-turut. Sementara di Nusa Tenggara Timur, letusan juga teramati pada Gunung Ili Lewotolok dan Gunung Lewotobi Laki-laki dengan ketinggian kolom abu berkisar antara 300 hingga 700 meter di atas kawah.
Kelengkapan deretan bencana erupsi ini ditutup oleh Gunung Anak Krakatau di Lampung yang turut memuntahkan abu tipis berwarna kelabu setinggi 200 meter. Menanggapi situasi ini, PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di dalam zona batasan radius bahaya demi keselamatan jiwa.








