Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, melahirkan nahkoda baru. KH Abdul Hakim Mahfudz, yang akrab disapa Gus Kikin, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031. Sesaat setelah ditetapkan, momen penting terjadi ketika Gus Kikin menandatangani Kontrak Jam’iyyahâsebuah pakta integritas yang menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah organisasi tanpa kontaminasi politik praktis.
Langkah penandatanganan ini diinisiasi atas usulan anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), KH Anwar Iskandar, demi menjamin kepemimpinan yang bersih dan loyal pada khittah NU. Di hadapan ribuan peserta sidang pleno, Gus Kikin dengan lantang membacakan isi kontrak tersebut. Komitmen yang tertuang di dalamnya mencakup kewajiban lulus kaderisasi PMKNU, tidak merangkap jabatan politik atau kepengurusan partai politik, serta patuh mutlak pada Rais Aam dan jajaran Syuriyah sebagai pemegang otoritas tertinggi di tubuh NU. Jika melanggar, Gus Kikin menyatakan kesiapannya untuk dijatuhi sanksi sesuai aturan organisasi.
Sebelum penetapan resmi oleh sembilan kiai sepuh AHWA, dinamika bursa calon berlangsung hangat. Gus Kikin berhasil mengantongi dukungan tertinggi dari muktamirin dengan meraih 472 suara. Angka ini mengungguli kandidat kuat lainnya seperti KH Zulfa Mustofa (262 suara), KH Abdussalam Sochib (261 suara), KH Yahya Cholil Staquf (258 suara), dan KH Abdul Ghofar Rozin (155 suara). Musyawarah tertutup AHWA akhirnya mengukuhkan Gus Kikin sebagai nakhoda baru ormas Islam terbesar di Indonesia ini.
Lahir pada 17 Agustus 1958, Gus Kikin memiliki garis silsilah yang sangat kuat dengan sejarah berdirinya NU. Ia merupakan cicit langsung dari pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari. Saat ini, Gus Kikin memimpin Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan tongkat estafet kepemimpinan dari pamannya, almarhum KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah). Kepemimpinannya diharapkan membawa angin segar sekaligus memperkokoh nilai-nilai luhur kepesantrenan di kancah nasional maupun global.








