Gelombang mutasi besar-besaran kembali bergulir di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi strategis terhadap ratusan perwira, salah satunya adalah pengisian jabatan vital Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops).
Berdasarkan Surat Telegram Kapolri nomor ST/1877/VIII/KEP./2026 yang dirilis pada akhir Agustus 2026, tongkat estafet kepemimpinan Astamaops kini resmi diamanahkan kepada Irjen Roycke Harry Langie. Sebelum ditunjuk menduduki posisi penting ini, Roycke dikenal lewat dedikasinya yang gemilang sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Utara.
Langkah mutasi ini dilakukan menyusul masa purnatugas Komjen Mohammad Fadil Imran. Mantan Kapolda Metro Jaya yang dikenal tegas tersebut kini dimutasikan sebagai Perwira Tinggi (Pati) Stamaops Polri dalam rangka memasuki masa pensiun. Dedikasi panjang Fadil Imran di korps bhayangkara kini resmi dilanjutkan oleh suksesor barunya.
Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, menegaskan bahwa rotasi jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang lumrah dan krusial. Kebijakan ini diambil demi penyegaran organisasi serta akselerasi karier para personel. Menurut Isir, penunjukan jabatan baru selalu disesuaikan dengan kompetensi, rekam jejak, serta tantangan tugas yang dinamis ke depan.
Lebih lanjut, pihak Mabes Polri menekankan agar seluruh pejabat baru yang dilantik segera beradaptasi dengan lingkungan kerja mereka. Tugas berat dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat memerlukan kesiapan prima. Setiap jabatan dinilai sebagai amanah besar untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan melanjutkan program-program kepolisian yang sedang berjalan.
Mutasi yang melibatkan 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) ini menegaskan komitmen Polri dalam memperkuat struktur internalnya guna menghadapi tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks ke depan.








