Ruang bawah tanah (basement) Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berlokasi di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, sempat digemparkan oleh insiden kebakaran pada Sabtu siang. Kobaran api dilaporkan bersumber dari ruang penyimpanan baterai yang berada di lantai bawah gedung lembaga antirasuah tersebut.
Mendapat laporan mendesak, Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Selatan langsung bergerak cepat menangani situasi. Sebanyak 14 personel penjinak si jago merah bersama tiga unit armada pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian di Jalan Kuningan Persada untuk mengendalikan keadaan agar api tidak merembet ke area vital lainnya.
Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan, Asril Rizal, mengonfirmasi bahwa pangkalan pemadam menerima sinyal darurat sekitar pukul 11.25 WIB. Petugas dengan sigap tiba dan memulai operasi pemadaman tepat pada pukul 11.32 WIB. Berkat kesiapsiagaan penuh dari para personel, kobaran api berhasil dilokalisasi dan proses pendinginan dapat segera dimulai pada pukul 11.34 WIB.
“Situasi saat ini di lokasi kejadian sudah sepenuhnya terkendali. Api berhasil dipadamkan dengan cepat, dan saat ini petugas kami fokus melakukan proses pengeluaran sisa-sisa asap dari dalam area basement agar sirkulasi udara kembali aman,” ujar Asril Rizal saat memberikan keterangannya.
Hingga saat ini, pihak berwenang bersama pengelola gedung KPK masih terus berkoordinasi untuk melakukan penyelidikan mendalam. Fokus utama pemeriksaan adalah untuk memastikan penyebab pasti memicu timbulnya api di ruang baterai tersebut, mengidentifikasi estimasi kerusakan, serta memastikan kondisi keselamatan di lingkungan gedung penegak hukum tersebut.
Aksi tanggap dan responsif dari tim Gulkarmat DKI Jakarta ini sukses mencegah dampak yang lebih masif pada fasilitas vital negara. Pihak terkait juga memastikan operasional pengamanan di gedung KPK tetap berjalan kondusif pasca-insiden tersebut.








