Sentilan Tegas Presiden Prabowo ke Menteri: Tak Sanggup, Silakan Minggir!

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan peringatan bernada kelakar namun tegas kepada para menteri Kabinet Merah Putih. Di sela-sela peresmian program nasional Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 Gwp di Jembrana, Bali, Prabowo mengingatkan jajarannya untuk bekerja ekstra keras tanpa mengenal tanggal merah demi mengabdi kepada rakyat.

Sambil berseloroh, Prabowo menyatakan bahwa posisi menteri saat ini sangat diminati oleh banyak pihak. Oleh karena itu, ia meminta siapa saja yang merasa tidak kuat menahan ritme kerja tinggi untuk segera mengundurkan diri. ‘Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara,’ seloroh Presiden ke-8 RI tersebut yang disambut tawa para hadirin.

Read More

Bukan tanpa alasan, ritme kerja di bawah kepemimpinan Prabowo memang dikenal sangat dinamis. Bahkan pada hari libur nasional sekalipun, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kabinet tetap turun ke lapangan untuk merealisasikan proyek strategis nasional. Bagi Prabowo, tidak adanya hari libur merupakan konsekuensi logis dari sebuah pengabdian kepada negara.

Agenda utama dalam kunjungan kerja di Bali tersebut adalah peluncuran sekaligus groundbreaking mega proyek PLTS 100 GWp yang berlokasi di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa Bali, Gilimanuk. Proyek ini diproyeksikan menjadi pilar utama dalam mewujudkan kemandirian energi nasional sekaligus menekan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa proyek ambisius ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada tahun 2029. Akselerasi pembangunan PLTS ini diperkirakan mampu menghasilkan efisiensi biaya listrik negara hingga Rp73,9 triliun per tahun. Sebagai langkah awal, pemerintah menargetkan kapasitas 30 GWp terpasang pada tahun 2026, yang dibarengi dengan pemangkasan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) sebesar 13 GW.

Indonesia sendiri memiliki potensi energi surya yang luar biasa besar, mencapai 3.294 GWp, sementara pemanfaatannya saat ini baru menyentuh angka 1,5 GWp. Program raksasa ini akan dieksekusi dalam tiga tahap demi menciptakan lapangan kerja hijau (green jobs) serta mendorong pertumbuhan ekonomi baru berbasis energi ramah lingkungan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *